Arti Kata "acuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "acuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

acuh

acuh v peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya;
-- tak -- tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu;
meng·a·cuh·kan v memedulikan; mengindahkan: tidak seorang pun yg ~ nasib anak gelandangan itu;
acuh·an n hal yg diindahkan; hal yg menarik minat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "acuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "acuh" dalam Kalimat

1.Dia selalu acuh terhadap pendapat orang lain.
2.Anak-anak muda sekarang terlihat acuh terhadap nilai-nilai tradisional.
3.Saya merasa acuh saat melihat berita tentang konflik di negara tetangga.
4.Guru itu terlihat acuh saat siswa-siswanya berdebat di kelas.
5.Ketika dia acuh terhadap pekerjaannya, kinerjanya pun menurun.

📚 Artikel terkait kata "acuh"

Arti Kata Acuh Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Acuh

Acuh merupakan sikap atau perilaku seseorang yang tidak memedulikan atau tidak merespon sesuatu dengan serius. Orang yang acuh cenderung tidak terlalu memperhatikan atau peduli terhadap suatu hal, baik itu perasaan orang lain, masalah lingkungan, atau situasi yang sedang terjadi di sekitarnya. Sikap acuh juga bisa disebabkan oleh ketidakpedulian, kelelahan, atau kurangnya minat terhadap topik tertentu.

Sikap acuh seringkali dapat ditemui dalam berbagai konteks, mulai dari lingkungan sosial, politik, hingga pekerjaan. Misalnya, seorang pemimpin yang acuh terhadap aspirasi rakyatnya cenderung dianggap tidak sensitif terhadap kebutuhan masyarakat. Begitu pula dengan seorang karyawan yang acuh terhadap tugasnya, kinerjanya bisa terganggu dan tidak produktif.

Contoh konkret dari sikap acuh adalah ketika seseorang tidak memberikan respons atau reaksi yang sesuai saat situasi membutuhkan perhatian atau tindakan. Misalnya, ketika ada keributan di jalanan dan seorang pejalan kaki hanya melintas tanpa berusaha membantu menyelesaikan masalah tersebut, kita bisa mengatakan bahwa orang tersebut bersikap acuh terhadap keadaan sekitarnya.

Sikap acuh juga bisa terlihat dalam bentuk ketidakpedulian terhadap lingkungan. Misalnya, seseorang yang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampaknya terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. Sikap acuh terhadap lingkungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Untuk menghindari sikap acuh, penting bagi setiap individu untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peduli terhadap orang lain, lingkungan, dan situasi di sekitarnya. Melibatkan diri aktif dalam aktivitas sosial, mendengarkan dengan empati terhadap perasaan orang lain, serta menjaga kepekaan terhadap isu-isu penting dalam masyarakat dapat membantu mengurangi sikap acuh dalam kehidupan sehari-hari.