Arti Kata "afektif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "afektif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

afektif

afek·tif /aféktif/ a 1 Psi berkenaan dng perasaan (spt takut, cinta); 2 mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi; 3 Ling mempunyai gaya atau makna yg menunjukkan perasaan (tt gaya bahasa atau makna)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "afektif"

📝 Contoh Penggunaan kata "afektif" dalam Kalimat

1.Pertunjukan teater tersebut sangat afektif dan mengundang banyak emosi dari penonton.
2.Guru bahasa Indonesia memberikan tugas untuk menulis esai tentang pengaruh afektif dalam sastra.
3.Hubungan antara guru dan murid di sekolah sangat dipengaruhi oleh interaksi afektif di dalam kelas.
4.Ketika sedang marah, seseorang bisa kehilangan kontrol atas reaksi afektifnya.
5.Pengaruh lingkungan sekitar dapat memengaruhi respons afektif seseorang terhadap suatu situasi.

📚 Artikel terkait kata "afektif"

Pengertian dan Contoh Afektif dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Afektif

Afektif merupakan istilah yang merujuk pada aspek emosional atau perasaan seseorang. Secara psikologis, afektif melibatkan reaksi emosional, perasaan, dan mood yang dapat muncul dalam berbagai situasi. Respons afektif seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan kondisi psikologis saat itu.

Di dalam hubungan interpersonal, ekspresi afektif sangat penting untuk menjaga komunikasi yang sehat dan saling pengertian. Ketika seseorang mampu mengungkapkan perasaannya secara afektif, hubungan dengan orang lain cenderung lebih harmonis dan terbuka.

Afektif juga memiliki peran yang signifikan dalam proses belajar-mengajar. Guru yang mampu menciptakan lingkungan afektif yang positif di kelas akan membantu siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar. Sebaliknya, ketika lingkungan belajar terasa kurang afektif, siswa mungkin mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

Dalam konteks sosial, respons afektif seseorang dapat memengaruhi interaksi dengan orang lain. Misalnya, seseorang yang mudah tersinggung secara afektif cenderung sulit dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan mengelola respons afektifnya dengan baik.

Secara keseluruhan, pemahaman tentang afektif sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mampu mengenali dan mengelola respons afektif, seseorang dapat membangun hubungan yang sehat, meningkatkan kualitas komunikasi, dan meraih keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.