Arti Kata "afidavit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "afidavit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

afidavit

afi·da·vit n Huk pemberian keterangan tertulis di bawah sumpah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "afidavit"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "afidavit" dalam Kalimat

1.Pak Hakim meminta saksi untuk mengisi afidavit sebagai bukti tertulis.
2.Saya harus menandatangani afidavit untuk mengonfirmasi kebenaran pernyataan saya.
3.Dalam proses hukum, afidavit sangat penting sebagai alat bukti yang sah.
4.Afifavit merupakan dokumen resmi yang digunakan dalam persidangan.
5.Pengacara menyarankan kliennya untuk membuat afidavit sebagai bukti pembelaan.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "afidavit"

Arti dan Penggunaan Afidavit dalam Konteks Hukum

Apa Itu Afidavit?

Afidavit adalah pernyataan tertulis yang disumpah di depan pejabat yang berwenang, seperti notaris atau hakim. Dokumen ini digunakan sebagai bukti tertulis yang dapat digunakan dalam proses hukum. Afidavit biasanya berisi pernyataan fakta atau kesaksian dari seseorang yang bersumpah di atas materai.

Penggunaan afidavit sangat umum dalam berbagai kasus hukum, mulai dari persidangan hingga pembuatan kontrak. Dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang kuat karena bersifat resmi dan sah secara hukum. Afidavit biasanya digunakan untuk memverifikasi kebenaran pernyataan seseorang dan dapat dijadikan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Dalam konteks hukum, afidavit sering digunakan sebagai alat bukti yang sah dalam persidangan. Saksi yang diminta untuk membuat afidavit harus bersumpah bahwa pernyataannya adalah benar adanya. Dokumen ini kemudian akan diserahkan kepada pihak pengadilan sebagai bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Proses pembuatan afidavit melibatkan pengisian formulir khusus yang berisi pernyataan yang ingin dibuktikan. Setelah formulir diisi, saksi harus menandatangani dokumen tersebut di depan pejabat yang berwenang. Dalam beberapa kasus, afidavit juga harus dikecap materai untuk menegaskan keabsahan dokumen tersebut.

Penting untuk diingat bahwa membuat afidavit adalah tindakan serius dan harus dilakukan dengan penuh kejujuran. Pernyataan dalam afidavit memiliki kekuatan hukum yang sama dengan kesaksian di pengadilan, sehingga harus benar dan akurat. Penggunaan afidavit yang tidak benar atau mengandung informasi palsu dapat berakibat pada konsekuensi hukum yang serius bagi pihak yang bersangkutan.