Arti Kata "aglutinatif" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aglutinatif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
aglutinatif
ag·lu·ti·na·tif a Ling berkaitan dng aglutinasi
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aglutinatif"
📝 Contoh Penggunaan kata "aglutinatif" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "aglutinatif"
Pengertian dan Contoh Aglutinatif dalam Linguistik
Apa itu Aglutinatif?
Bahasa aglutinatif adalah jenis bahasa yang menunjukkan ciri-ciri morfologis dengan cara menambahkan afiks atau partikel ke dalam kata dasar untuk mengungkapkan makna tertentu. Dalam bahasa aglutinatif, kata-kata dapat memiliki banyak afiks yang menunjukkan fungsi gramatikal yang berbeda-beda. Contoh bahasa aglutinatif termasuk bahasa Korea, bahasa Turk, dan bahasa Finno-Ugrik.
Proses morfologis dalam bahasa aglutinatif cenderung kompleks karena kata-kata dapat memiliki banyak afiks yang menambahkan informasi gramatikal. Dalam linguistik, bahasa Jepang sering dianggap sebagai bahasa aglutinatif karena penggunaannya yang kompleks dalam menunjukkan hubungan antarkata dalam kalimat.
Bahasa aglutinatif umumnya memiliki pola infleksi yang konsisten, sehingga penutur bahasa harus memahami peraturan morfologis yang berlaku. Misalnya, dalam bahasa Turki, penambahan afiks pada kata kerja dapat mengubah makna dari waktu, aspek, dan modus secara jelas.
Di beberapa masyarakat, bahasa aglutinatif digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah masyarakat Finlandia yang menggunakan bahasa Finlandia, bahasa aglutinatif dari rumpun bahasa Finno-Ugrik, sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi.
Studi tentang bahasa aglutinatif menjadi fokus utama para ahli linguistik untuk memahami struktur dasar dan kompleksitas morfologis dalam bahasa-bahasa tersebut. Dengan mempelajari bahasa aglutinatif, para ahli dapat menemukan pola-pola tertentu yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang sistem morfologi dalam bahasa tersebut.