Arti Kata "agroindustri" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "agroindustri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
agroindustri
ag·ro·in·dus·tri n industri di bidang pertanian
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "agroindustri"
📝 Contoh Penggunaan kata "agroindustri" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "agroindustri"
Pengertian dan Peran Penting Agroindustri dalam Pembangunan Ekonomi
Pengertian Agroindustri
Agroindustri merupakan sektor ekonomi yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dengan kegiatan industri dalam satu sistem produksi. Dalam agroindustri, hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tambah melalui proses industri. Tujuan utama dari agroindustri adalah meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Perkembangan agroindustri di Indonesia terus mendapat perhatian serius dari pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor produk pangan. Dengan mengembangkan agroindustri, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Peran teknologi juga tidak bisa diabaikan dalam pengembangan agroindustri. Teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), big data, dan sistem informasi geografis telah membawa dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas agroindustri. Petani dan pelaku agroindustri kini dapat mengakses informasi pasar, teknik bertani terbaru, dan solusi permasalahan pertanian dengan lebih mudah.
Di tingkat lokal, agroindustri juga memberikan dampak positif bagi ekonomi desa. Para petani di desa-desa dapat terlibat langsung dalam rantai pasok agroindustri, mulai dari produksi hingga distribusi. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat hubungan antara petani dengan pelaku industri.
Kerjasama antara pemerintah, swasta, dan petani menjadi kunci sukses dalam pengembangan agroindustri yang berkelanjutan. Pemerintah bertanggung jawab dalam menciptakan regulasi yang mendukung perkembangan agroindustri, sedangkan swasta berperan dalam investasi dan pengelolaan industri. Sementara petani sebagai produsen utama produk pertanian menjadi ujung tombak dalam pasok bahan baku bagi industri.