Arti Kata "testosteron" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "testosteron" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

testosteron

tes·tos·te·ron /téstostéron/ n hormon laki-laki yg dihasilkan oleh testis yg menyebabkan timbulnya ciri seks sekunder laki-laki

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "testosteron"

📝 Contoh Penggunaan kata "testosteron" dalam Kalimat

1.Pada masa pubertas, produksi testosteron meningkat, menyebabkan tumbuhnya bulu di tubuh pria.
2.Pria yang mengalami rendahnya kadar testosteron sering kali mengalami kelembaban kulit yang berlebihan.
3.Dalam dunia olahraga, testosteron sering kali digunakan sebagai obat pemanasan untuk meningkatkan performa atlet.
4.Penggunaan testosteron tanpa izin dokter dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.
5.Dalam biologi, testosteron berperan penting dalam pembentukan ciri seks sekunder pria sejak lahir.

📚 Artikel terkait kata "testosteron"

Mengenal Kata 'testosteron' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Testosteron" - Faktor Utama Ciri Laki-Laki

Sejarah dan Konteks

Kata "testosteron" mungkin sudahamiliar di telinga banyak orang, terutama laki-laki. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu testosteron? Hormon ini merupakan hasil produksi testis yang berfungsi sebagai pemicu timbulnya ciri seks sekunder laki-laki. Istilah ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 1935 oleh ahli biologi asal Jerman, Adolf Butenandt. Ia berhasil mengisolasi dan mensintesis testosteron, sehingga mengubah pengetahuan tentang biologi reproduksi manusia.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "testosteron" sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam ilmu kedokteran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh penggunaannya: - Testosteron tinggi pada laki-laki dapat menyebabkan timbulnya bulu di tubuh, termasuk di wajah dan leher. - Pada beberapa kasus, gejala testosteron rendah dapat menyebabkan kurangnya libido pada laki-laki. - Banyak orang percaya bahwa testosteron meningkatkan energi dan motivasi, sehingga sering digunakan sebagai alasan untuk menggunakan suplemen.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Testosteron tidak hanya merupakan konsep ilmiah, tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, testosteron sering dihubungkan dengan kekuatan dan keberanian. Namun, perlu diingat bahwa testosteron bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan atau keberanian seseorang. Dalam beberapa kasus, kekurangan testosteron tidak berarti kekurangan kekuatan atau keberanian.