Arti Kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

air di daun keladi (daun keladi dimandikan)

Peribahasa sukar diajar atau dinasihati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)"

📝 Contoh Penggunaan kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" dalam Kalimat

1.Tidak ada air di daun keladi, dia sulit diajari.
2.Ia termasuk orang yang tidak bisa diajari, karena tidak ada air di daun keladi.
3.Pelajaran yang sulit dipahami adalah seperti air di daun keladi, tidak bisa didapatkan.
4.Dalam pendidikan, ada beberapa materi yang seperti air di daun keladi, karena sulit dipahami.
5.Dia adalah murid yang sangat sulit diajari, seperti air di daun keladi yang tidak bisa dicapai.

📚 Artikel terkait kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)"

Mengenal Kata 'air di daun keladi (daun keladi dimandikan)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" merupakan salah satu peribahasa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna sangat mendalam. Berasal dari kebiasaan masyarakat lama yang mencuci daun keladi di sungai atau kolam, kata ini sebenarnya menggambarkan suatu situasi yang sulit diajarkan atau dinasihati. Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mudah diajarkan.

Sejarah dan Konteks

Kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Dalam zaman dahulu, masyarakat pedesaan sering mencuci daun keladi di sungai atau kolam sebagai cara membersihkan daun keladi sebelum digunakan sebagai sayuran. Namun, proses mencuci daun keladi di sungai atau kolam bukanlah hal yang mudah dilakukan karena daun keladi cenderung rapuh dan mudah hancur. Oleh karena itu, hanya mereka yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup dapat mencuci daun keladi dengan efektif. Dalam hal ini, kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mudah diajarkan.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Peribahasa "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat keras kepala. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat: - "Dia sangat keras kepala, seperti air di daun keladi yang tidak mau dimandikan." - "Saya telah mencoba membantu dia, tetapi dia seperti air di daun keladi yang tidak mau diberi nasehat." - "Dia sangat sulit diajarkan, seperti air di daun keladi yang tidak mau dimandikan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "air di daun keladi (daun keladi dimandikan)" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era modern ini, kita seringkali dihadapkan dengan seseorang yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mudah diajarkan. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk kita menghadapi seseorang yang memiliki sifat tersebut. Dengan demikian, kita dapat lebih baik dalam menghadapi situasi yang sulit dan tidak mudah diajarkan.