Arti Kata "disfonia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disfonia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disfonia

dis·fo·nia n Ling cacat dl pengucapan suara

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disfonia"

📝 Contoh Penggunaan kata "disfonia" dalam Kalimat

1.Ia menderita disfonia karena pengucapan suara yang tidak benar.
2.Pengobatan disfonia pada anak-anak biasanya dilakukan oleh dokter spesialis.
3.Karena disfonia, ia kesulitan berbicara di depan umum.
4.Bahkan, beberapa penyanyi profesional menderita disfonia karena stres berat.
5.Dokter menyarankan ia untuk melakukan terapi suara karena disfonia yang dialaminya.

📚 Artikel terkait kata "disfonia"

Mengenal Kata 'disfonia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disfonia" - Gejala Cacat Pengucapan Suara

Kata disfonia muncul pertama kali pada abad ke-19 sebagai istilah dalam ilmu kedokteran. Pada awalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan gejala cacat pengucapan suara yang dialami oleh seseorang. Dalam konteks ini, disfonia dapat diartikan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam mengeluarkan suara dengan normal. Dalam sejarahnya, disfonia sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kerusakan pada sistem suara, penyakit, atau kondisi medis lainnya. Gejala disfonia dapat berbeda-beda, mulai dari kesulitan mengeluarkan suara yang keras hingga kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu. Pada abad ke-20, disfonia mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari para ahli kedokteran dan ilmuwan, sehingga pengembangan terapi dan perawatan disfonia menjadi lebih maju. Dalam kehidupan sehari-hari, disfonia dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi atau bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Misalnya, seseorang yang menderita disfonia mungkin kesulitan mengucapkan kata-kata yang panjang atau sulit diucapkan. Dalam budaya Indonesia modern, disfonia juga dapat mempengaruhi karir atau kehidupan sosial seseorang, terutama jika mereka bekerja di bidang yang memerlukan komunikasi yang baik. Dalam beberapa kasus, disfonia dapat diatasi dengan terapi suara atau perawatan lainnya. Namun, perlu diingat bahwa setiap gejala disfonia dapat berbeda-beda, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan ahli kedokteran atau ilmuwan untuk menerima diagnosis yang akurat dan perawatan yang sesuai.