Arti Kata "ajal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ajal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ajal

ajal n batas hidup yg telah ditentukan Tuhan, saat mati, janji akan mati: menemui -- nya; menghadap (menanti) -- nya; sampai -- nya;
sebelum -- berpantang mati, pb
tidak akan mati sebelum sampai waktunya;
-- samar kematian tidak wajar krn terbunuh, kecelakaan, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ajal"

📝 Contoh Penggunaan kata "ajal" dalam Kalimat

1.Dia meninggal dunia pada ajalnya yang sudah ditentukan oleh Tuhan.
2.Setiap manusia akan menghadapi ajalnya suatu saat nanti.
3.Ketika ajal menjemput, tidak ada yang bisa menghindarinya.
4.Keluarga sangat sedih ketika ayahnya telah sampai pada ajalnya.
5.ajal adalah takdir yang harus diterima dengan ikhlas oleh setiap makhluk hidup.

📚 Artikel terkait kata "ajal"

Arti Kata ajal Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Apa itu Ajal?

Ajal merupakan terminologi dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada saat atau waktu kematian seseorang. Ajal dianggap sebagai takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk setiap makhluk hidup. Ketika seseorang telah mencapai ajalnya, maka tidak ada yang bisa mengubah atau menghindari kejadian tersebut.

Setiap manusia di dunia ini akan mengalami ajalnya masing-masing. Ajal bisa datang kapan saja dan di mana saja, tanpa ada yang tahu kapan waktu tersebut akan tiba. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu siap menghadapi ajal dengan hati yang ikhlas dan penuh keimanan.

Ketika ajal telah menjemput seseorang, tidak ada yang dapat menghentikan atau menunda kepergian tersebut. Ajal adalah bagian dari siklus kehidupan yang harus diterima oleh setiap orang. Meskipun terkadang sulit untuk menerima kenyataan ini, namun sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia harus menerima ajal dengan lapang dada.

Contoh nyata dari ajal adalah ketika seseorang meninggal dunia. Saat itu merupakan saat ajal telah tiba bagi orang tersebut. Keluarga dan kerabat yang ditinggalkan akan merasakan kesedihan yang mendalam, namun mereka juga harus menerima kenyataan bahwa ajal adalah bagian dari kehidupan yang harus dihadapi oleh setiap individu.

Dalam ajaran agama, ajal dianggap sebagai titik akhir dari perjalanan hidup di dunia dan awal dari kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu berbuat kebaikan dan mempersiapkan diri menghadapi ajal dengan amal yang baik. Dengan demikian, ajal bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai titik akhir dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dengan sikap yang teguh dan penuh keimanan.