Arti Kata "akrofobia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "akrofobia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

akrofobia

ak·ro·fo·bia n Psi rasa takut yg abnormal apabila berada di tempat yg tinggi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "akrofobia"

📝 Contoh Penggunaan kata "akrofobia" dalam Kalimat

1.Dia menderita akrofobia yang parah sehingga tidak bisa naik ke lantai atas gedung.
2.Penderita akrofobia seringkali merasa cemas dan takut ketika berada di tempat tinggi.
3.Dokter merekomendasikan terapi kognitif perilaku untuk mengatasi akrofobia tersebut.
4.akrofobia merupakan salah satu jenis fobia yang umum terjadi pada masyarakat.
5.Pengalaman traumatis di masa lalu bisa menjadi pemicu timbulnya akrofobia pada seseorang.

📚 Artikel terkait kata "akrofobia"

Mengenal Lebih Jauh Tentang Akrofobia

Akrofobia: Ketakutan yang Berlebihan pada Tempat Tinggi

Akrofobia adalah kondisi psikologis di mana seseorang mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap tempat tinggi. Orang yang menderita akrofobia akan merasa sangat cemas dan takut ketika berada di ketinggian, seperti gedung tinggi, jembatan, atau gunung.

Ketakutan yang dialami penderita akrofobia bukan hanya sebatas rasa takut biasa, melainkan merupakan kondisi fobia yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala akrofobia dapat bervariasi dari keringat dingin, jantung berdebar-debar, hingga serangan panik yang parah.

Untuk mengatasi akrofobia, terapi kognitif perilaku seringkali direkomendasikan oleh para ahli. Terapi ini bertujuan untuk membantu penderita mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif terkait ketinggian. Selain itu, teknik relaksasi dan desensitisasi sistematis juga dapat diterapkan untuk mengurangi gejala akrofobia.

Akrofobia merupakan salah satu jenis fobia yang umum terjadi pada masyarakat. Meskipun tidak semua orang mengalami kondisi ini, namun penting untuk memahami dan memberikan dukungan kepada mereka yang menderita akrofobia. Pengalaman traumatis di masa lalu, seperti kecelakaan di tempat tinggi, bisa menjadi pemicu timbulnya akrofobia pada seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, penderita akrofobia seringkali menghindari situasi yang melibatkan tempat tinggi. Hal ini dapat membatasi aktivitas mereka dan mengganggu kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk mencari bantuan profesional jika mengalami gejala akrofobia yang mengganggu aktivitas sehari-hari.