Arti Kata "belatung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belatung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belatung

be·la·tung n ulat kecil-kecil yg terdapat pd bangkai dsb yg telah busuk; bernga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belatung"

📝 Contoh Penggunaan kata "belatung" dalam Kalimat

1.Di desa, warga sering melihat belatung di bangkai hewan.
2.Saat musim kemarau, bangkai hewan di sawah menjadi sumber makanan belatung.
3.Pendidik mengajarkan anak-anak tentang siklus hidup belatung sebagai contoh ekosistem.
4.Makanan yang disimpan terlalu lama menjadi sarang belatung yang mengganggu.
5.belatung di bangkai hewan adalah indikasi bahwa hewan itu telah meninggal.

📚 Artikel terkait kata "belatung"

Mengenal Kata 'belatung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Belatung" - Makna dan Kegunaan

Kata "belatung" sering kali dianggap sebagai kata yang negatif karena menggambarkan suatu hal yang tidak enak. Namun, apakah Anda pernah berpikir tentang apa itu sebenarnya belatung? Dalam bahasa Indonesia, belatung adalah ulat kecil-kecil yang terdapat pada bangkai atau benda yang telah busuk, dan memiliki bau tidak enak. Dalam sejarah, kata belatung telah ada sejak zaman kolonial Belanda, ketika kata ini dipinjam dari bahasa Belanda "belatong" yang berarti "ulat kecil-kecil". Pada masa itu, kata belatung biasanya digunakan untuk menggambarkan ulat yang berada di tempat-tempat yang tidak sehat, seperti bangkai atau tempat-tempat yang kotor. Dalam beberapa tahun terakhir, kata belatung telah digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti menggambarkan sesuatu yang tidak enak atau tidak sehat. Contoh penggunaan kata belatung dalam kalimat alami adalah: "Bangkai hewan yang terdapat di jalan memiliki banyak belatung yang mengeluarkan bau tidak enak." atau "Makanan yang sudah tidak segar lagi memiliki belatung yang mengganggu." Kata belatung juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih tidak langsung, seperti menggambarkan seseorang yang tidak enak atau tidak sehat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata belatung memiliki relevansi yang cukup besar. Dalam budaya Indonesia, kata belatung sering kali digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan sesuatu yang tidak enak atau tidak sehat. Dalam beberapa kasus, kata belatung bahkan digunakan sebagai label untuk menggambarkan seseorang yang tidak disenangi atau tidak populer. Namun, perlu diingat bahwa kata belatung tidak selalu memiliki makna yang negatif, dan dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif jika digunakan dengan benar.