Arti Kata "albinisme" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "albinisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
albinisme
al·bi·nis·me n kondisi genetis yg tidak sempurna yg menyebabkan organisme tidak dapat membentuk pigmen
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "albinisme"
📝 Contoh Penggunaan kata "albinisme" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "albinisme"
Pengertian dan Penyebab Albinisme dalam Kesehatan
Definisi Albinisme
Albinisme adalah kondisi genetik langka yang disebabkan oleh kelainan dalam produksi melanin. Melanin adalah pigmen yang memberikan warna pada kulit, mata, dan rambut. Penderita albinisme memiliki tubuh yang tidak mampu menghasilkan pigmen melanin secara cukup, sehingga seringkali memiliki kulit sangat pucat, mata berwarna terang, dan rambut berwarna terang.
Albinisme terjadi akibat adanya mutasi genetik yang mencegah tubuh untuk menghasilkan melanin secara normal. Kondisi ini dapat diwariskan dari orangtua kepada anak, dan terdapat berbagai jenis albinisme tergantung pada gen yang terpengaruh. Meskipun albinisme tidak bersifat menular, namun dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan kehidupan penderita.
Penyebab pasti albinisme masih belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik memainkan peran utama dalam kondisi ini. Keturunan gen yang tidak normal dari kedua orangtua dapat menyebabkan kelainan dalam produksi melanin. Selain itu, faktor lingkungan dan paparan sinar matahari juga dapat mempengaruhi gejala albinisme pada penderita.
Penderita albinisme sering mengalami masalah kesehatan seperti sensitivitas kulit yang tinggi terhadap sinar UV, gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau silau, dan peningkatan risiko terkena kanker kulit akibat paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penting bagi penderita albinisme untuk mengambil langkah-langkah perlindungan ekstra seperti mengenakan tabir surya, kacamata hitam, dan pakaian pelindung dari sinar matahari.
Dalam masyarakat, masih sering terjadi stigma dan diskriminasi terhadap penderita albinisme akibat kurangnya pemahaman tentang kondisi ini. Penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan inklusi terhadap penderita albinisme, serta memberikan dukungan dan perlindungan yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan aman.