Arti Kata "ali-ali" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ali-ali" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ali-ali

ali-ali n pengumban tali; tali pelontar batu;
meng·a·li-a·li v membuang ali-ali; melontar(i) dng ali-ali; membandring: ia ~ layang-layang yg mendekat kepadanya;
peng·a·li-a·li n ali-ali; pelontar batu; pengumban tali

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ali-ali"

📝 Contoh Penggunaan kata "ali-ali" dalam Kalimat

1.Saat kami berkunjung ke desa, kami melihat banyak ali-ali berkeliaran di sekitar sawah.
2.ali-ali merupakan hewan liar yang sering hidup di daerah pedesaan.
3.ali-ali sering dianggap sebagai pengganggu oleh petani karena sering memakan tanaman mereka.
4.Pada zaman dulu, ali-ali sering digunakan oleh penduduk desa untuk membasmi hama tanaman.
5.ali-ali memiliki kebiasaan hidup berkelompok dan aktif mencari makan di malam hari.

📚 Artikel terkait kata "ali-ali"

Arti dan Karakteristik Ali-Ali dalam Lingkungan Pedesaan

Ali-Ali: Hewan Liar di Pedesaan

Ali-ali atau sejenis musang adalah hewan liar yang sering dijumpai di daerah pedesaan. Mereka memiliki tubuh ramping dengan ekor panjang yang digunakan untuk menyeimbangkan tubuh saat melompat dari satu pohon ke pohon lain. Ali-ali biasanya hidup di hutan-hutan kecil atau sekitar persawahan, di mana mereka bisa mencari makan dengan mudah.

Ali-ali sering dianggap sebagai hama oleh petani karena kebiasaannya memakan tanaman yang ditanam di ladang. Mereka terutama gemar memakan buah-buahan seperti mangga, rambutan, dan pisang. Hal ini membuat petani harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebun agar tidak dirusak oleh ali-ali yang berkeliaran.

Pada zaman dulu, ali-ali sering dimanfaatkan oleh penduduk desa untuk membantu membasmi hama tanaman. Mereka dilatih untuk mencari dan memangsa tikus yang sering merusak hasil panen petani. Meskipun tergolong hewan liar, ali-ali memiliki insting yang baik dalam mencari mangsa dan membantu menjaga tanaman dari serangan hama.

Ali-ali memiliki kebiasaan hidup berkelompok, di mana mereka membentuk komunitas kecil dan saling menjaga satu sama lain. Mereka aktif mencari makan di malam hari, saat kebanyakan hewan lain sedang istirahat. Dengan kebiasaan ini, ali-ali mampu bertahan hidup di lingkungan yang penuh dengan ancaman dan persaingan.

Dalam konteks lingkungan pedesaan, keberadaan ali-ali memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Meskipun sering dianggap sebagai hama, ali-ali juga memberikan manfaat dengan membantu mengendalikan populasi hama tanaman. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami peran dan karakteristik ali-ali agar dapat menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan pertanian di pedesaan.