Arti Kata "ambil marah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ambil marah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ambil marah

Cakapan (tidak baku) jangan berkecil hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ambil marah"

📝 Contoh Penggunaan kata "ambil marah" dalam Kalimat

1.Dalam konteks formal, kata "ambil marah" dapat digunakan dalam kalimat seperti:
2.Jangan berkecil hati, ambil marahlah tantangan ini dan buktikan diri.
3.Dalam konteks sehari-hari, kata "ambil marah" dapat digunakan dalam kalimat seperti:
4.Saya ditinggal suami, tapi saya tidak mau ambil marah, saya tetap semangat.
5.Dalam konteks sastra, kata "ambil marah" dapat digunakan dalam kalimat seperti:

📚 Artikel terkait kata "ambil marah"

Mengenal Kata 'ambil marah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ambil Marah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ambil marah" seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam situasi ketika seseorang harus menghadapi kegagalan atau kekalahan. Dalam arti resmi, "ambil marah" sebenarnya berarti "jangan berkecil hati" atau "tetap semangat". Kata ini berasal dari bahasa Jawa, di mana "ambil" berarti "menerima" dan "marah" berarti "kekalahan" atau "kegagalan". Secara historis, kata ini digunakan untuk mengingatkan seseorang untuk tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan atau kegagalan. Dalam konteks budaya Indonesia, "ambil marah" seringkali digunakan dalam situasi yang tidak terduga, seperti ketika seseorang kehilangan pekerjaan atau mengalami kegagalan dalam ujian. Misalnya, seseorang yang baru saja kehilangan pekerjaan mungkin akan mendengar "jangan ambil marah, kamu pasti akan menemukan pekerjaan yang lebih baik!" Contoh lainnya, ketika seseorang gagal dalam ujian, orang lain mungkin akan berkata "jangan ambil marah, kamu bisa mencoba lagi dan lagi sampai berhasil." Dalam beberapa kasus, "ambil marah" juga digunakan dalam konteks yang lebih positif, seperti ketika seseorang berhasil mencapai tujuan mereka. Misalnya, ketika seseorang berhasil menyelesaikan proyek mereka, orang lain mungkin akan berkata "selamat, kamu berhasil! Jangan ambil marah, kamu sudah bekerja keras!" Dalam kehidupan sehari-hari, "ambil marah" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia, kegagalan atau kekalahan seringkali dianggap sebagai bagian dari proses belajar dan berkembang. Dengan demikian, "ambil marah" menjadi inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan atau kegagalan. Dalam era modern, "ambil marah" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam motivasi atau inspirasi untuk mencapai tujuan.