Arti Kata "aristotipe" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aristotipe" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aristotipe

aris·to·ti·pe n proses cetak-mencetak yg menggunakan garam perak dl gelatin atau kolodion

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aristotipe"

📝 Contoh Penggunaan kata "aristotipe" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, proses pengembangan film digunakan dalam teknik aristotipe untuk memotret citra.
2.Dalam laboratorium fotografi, penggunaan teknik aristotipe masih diperlukan untuk memahami asal-usul proses cetak.
3.Para ilmuwan telah mengembangkan variannya dari proses aristotipe untuk meningkatkan kualitas citra yang dihasilkan.
4.Dalam sejarah kamera, peran penting aristotipe sebagai proses awal pengembangan film telah tercatat dengan jelas.
5.Kini, ilmu fotografi telah berkembang pesat dan aristotipe hanya diingat sebagai proses cetak yang sederhana.

📚 Artikel terkait kata "aristotipe"

Mengenal Kata 'aristotipe' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Aristotipe" - Proses Cetak-Mencetak Yang Menggunakan Garam Perak

Dalam dunia fotografi, terdapat beberapa proses cetak-mencetak yang digunakan untuk menghasilkan citra. Salah satu proses tersebut adalah aristotipe, yang menggunakan garam perak dalam gelatin atau kolodion. Proses ini memiliki sejarah yang panjang dan telah digunakan sejak abad ke-19. Aristotipe ditemukan oleh Sir John Herschel pada tahun 1839. Ia menciptakan proses ini dengan menggabungkan garam perak dengan gelatin untuk menghasilkan citra. Proses ini kemudian dikembangkan oleh Louis Daguerre, yang menggunakannya untuk menghasilkan citra yang lebih tajam dan detail. Dalam beberapa tahun kemudian, proses aristotipe menjadi salah satu proses cetak-mencetak yang paling populer dalam fotografi. Contoh penggunaan kata aristotipe dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Proses cetak-mencetak menggunakan garam perak, seperti aristotipe, masih digunakan oleh beberapa fotografer profesional." "Teknik aristotipe masih sangat populer di kalangan fotografer yang menyukai proses manual." "Menggunakan garam perak dalam proses aristotipe memungkinkan fotografer untuk menghasilkan citra yang sangat detail dan tajam." Dalam kehidupan sehari-hari, proses aristotipe masih memiliki relevansi. Banyak fotografer yang menggunakan proses ini untuk menghasilkan citra yang unik dan khas. Selain itu, proses aristotipe juga digunakan dalam beberapa industri, seperti periklanan dan mode. Dalam budaya Indonesia modern, proses aristotipe masih dipandang sebagai salah satu proses cetak-mencetak yang paling khas dan unik.