Arti Kata "asetilena" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "asetilena" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

asetilena

ase·ti·le·na /asétiléna/ n Kim gas tanpa warna yg mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "asetilena"

📝 Contoh Penggunaan kata "asetilena" dalam Kalimat

1.Tukang las itu menggunakan campuran gas asetilena dan oksigen untuk memotong baja.
2.Gas asetilena menghasilkan nyala api yang sangat panas.
3.Hati-hati, tabung gas asetilena memiliki risiko ledakan yang tinggi.
4.asetilena juga merupakan bahan baku penting dalam industri kimia.
5.Bau khas dari karbit yang terkena air adalah karena terbentuknya gas asetilena.

📚 Artikel terkait kata "asetilena"

Asetilena: Gas Pengelas dengan Nyala Api Terpanas

Asetilena (C₂H₂) adalah sebuah senyawa hidrokarbon yang berwujud gas pada suhu ruang. Gas ini tidak berwarna, sangat mudah terbakar, dan merupakan salah satu gas industri yang paling penting. Ciri khas utama dari asetilena adalah kemampuannya menghasilkan nyala api dengan suhu yang sangat tinggi ketika dibakar bersama dengan oksigen murni, bisa mencapai lebih dari 3.300 derajat Celsius. Ini adalah suhu nyala api tertinggi yang bisa dicapai oleh gas komersial manapun. Karena sifatnya ini, aplikasi utama asetilena adalah dalam proses pengelasan dan pemotongan logam, yang dikenal sebagai 'oxy-acetylene welding'. Panas yang ekstrem dari nyala apinya mampu melelehkan baja dan logam keras lainnya dengan cepat. Asetilena secara komersial diproduksi dari reaksi antara kalsium karbida (karbit) dengan air, yang menghasilkan bau khas yang sering kita cium di bengkel-bengkel las. Meskipun sangat berguna, gas ini juga sangat tidak stabil dan harus ditangani dengan sangat hati-hati karena risikonya untuk meledak.