Arti Kata "bagai beruk kena ipuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai beruk kena ipuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai beruk kena ipuh

Peribahasa menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai beruk kena ipuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai beruk kena ipuh" dalam Kalimat

1.Pada saat itu, dia menggeliat-geliat karena kesakitan tidak terduga.
2.Saya melihat ibu kandungku menggeliat-geliat saat melahirkan.
3.Dalam novel itu, karakter utamanya mulai menggeliat-geliat ketika menghadapi musuhnya.
4.Dalam pelajaran biologi, siswa menggeliat-geliat ketika mempelajari proses kelahiran hewan.
5.Keluarga kami menggeliat-geliat saat mendengar kabar buruk tentang kehilangan harta kami.

📚 Artikel terkait kata "bagai beruk kena ipuh"

Mengenal Kata 'bagai beruk kena ipuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai beruk kena ipuh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai beruk kena ipuh" adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan keadaan seseorang yang mengalami kesakitan, kelemahan, atau kesulitan. Peribahasa ini memang memiliki makna yang cukup spesifik dan menarik. Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin digunakan untuk menggambarkan keadaan manusia yang dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, seperti hujan deras atau panas yang terik.

Peribahasa menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya ini memang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami keadaan yang tidak nyaman, seperti sakit atau kelemahan. Dalam situasi seperti itu, peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan tersebut. Misalnya, jika seseorang mengalami sakit kepala parah, kita dapat mengatakan bahwa mereka "**bagai beruk kena ipuh**", artinya mereka mengalami kesulitan dan kesakitan. Contoh lainnya adalah jika seseorang mengalami kelelahan setelah melakukan aktivitas yang berat, kita dapat mengatakan bahwa mereka "**menggeliat-geliat seperti beruk kena ipuh**", artinya mereka mengalami kelemahan dan kesulitan. Peribahasa ini dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga konteks budaya. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "bagai beruk kena ipuh" masih sangat relevan. Kita dapat menggunakan peribahasa ini untuk menggambarkan keadaan seseorang yang mengalami kesulitan atau kesakitan. Selain itu, peribahasa ini juga dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghadapi kesulitan yang ada dalam kehidupan. Dengan memahami makna dan konteks peribahasa ini, kita dapat memiliki lebih baik dalam menghadapi tantangan yang ada dalam kehidupan. Dengan demikian, peribahasa "bagai beruk kena ipuh" adalah salah satu contoh peribahasa yang masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghadapi kesulitan yang ada dalam kehidupan, serta dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang mengalami kesakitan dan kelemahan.