Arti Kata "bagai minyak dengan air" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai minyak dengan air" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai minyak dengan air

Kiasan tidak dapat hidup rukun; tidak dapat bersatu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai minyak dengan air"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai minyak dengan air" dalam Kalimat

1.Kerjasama antar partai politik tidak akan pernah berhasil sebagai minyak dengan air.
2.Konflik antar kelompok akan selalu terjadi karena sifat manusia yang tidak dapat hidup sebagai minyak dengan air.
3.Di suatu daerah, warga yang beragama Kristen dan Islam tidak dapat bersatu karena sifatnya seperti minyak dengan air.
4.Pemimpin yang berbeda pendapat tidak dapat bekerja sama dengan baik, seperti air dan minyak yang tidak dapat hidup rukun.
5.Dalam sebuah novel, konflik antar tokoh utama terjadi karena perbedaan pendapat yang tidak dapat dijamah, seperti air dan minyak yang tidak dapat bersatu.

📚 Artikel terkait kata "bagai minyak dengan air"

Mengenal Kata 'bagai minyak dengan air' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai minyak dengan air" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **bagai minyak dengan air** adalah salah satu kiasan yang paling umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Kiasan ini berasal dari peribahasa Arab yang berarti "tidak dapat hidup rukun; tidak dapat bersatu." Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana dua pihak yang sangat berbeda, sehingga tidak dapat hidup bersama secara harmonis. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **bagai minyak dengan air** sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang tidak harmonis antara dua pihak. Misalnya, "Hubungan antara suami-istri mereka seperti **bagai minyak dengan air**, selalu ada perbedaan pendapat dan konflik." Atau, "Kompetisi antara perusahaan itu seperti **bagai minyak dengan air**, selalu ada perlawanan dan persaingan yang ketat." Kata **bagai minyak dengan air** juga relevan dalam kehidupan sehari-hari karena menggambarkan situasi di mana dua pihak yang sangat berbeda harus hidup bersama. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks politik, sosial, dan ekonomi. Misalnya, "Hubungan antara pemerintah dan oposisi seperti **bagai minyak dengan air**, selalu ada perbedaan pendapat dan konflik." Atau, "Hubungan antara produsen dan konsumen seperti **bagai minyak dengan air**, selalu ada perbedaan kepentingan dan konflik." Dalam kesimpulan, kata **bagai minyak dengan air** adalah kiasan yang sangat umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Kiasan ini menggambarkan situasi di mana dua pihak yang sangat berbeda tidak dapat hidup bersama secara harmonis. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini relevan dalam berbagai konteks, seperti politik, sosial, dan ekonomi.