Arti Kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)

Peribahasa seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" dalam Kalimat

1.Saya merasa lega karena terlepas dari kesusahan yang melilit saya sebagai mahasiswa.
2.Ketika dia lulus ujian, dia seperti melulusi baju sempit karena terbebas dari tekanan belajar.
3.Kami selalu mengucapkan selamat kepada rekan kerja yang baru saja melulusi baju sempit setelah menyelesaikan proyek besar.
4.Dia sangat senang karena melulusi baju sempit setelah menyelesaikan perjalanan hidup yang penuh tantangan.
5.Saya melihat dia seperti melulusi baju sempit ketika dia akhirnya berhasil menerima surat peringatan dari bank yang menandakan hutangnya telah dibayar.

📚 Artikel terkait kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)"

Mengenal Kata 'bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" memiliki makna yang sangat mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan perasaan senang dan lega yang dirasakan oleh seseorang yang telah terlepas dari kesusahan atau kesulitan. Dalam konteks sejarah, peribahasa ini mungkin berasal dari kebiasaan masyarakat lama yang menggunakan baju sempit sebagai pakaian sehari-hari. Saat seseorang berhasil melulusi atau melepaskan baju sempit yang terlalu sempit, mereka merasa lega dan senang, seperti terlepas dari kotoran atau beban. Secara metaforis, peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan rasa lega dan senang yang dirasakan oleh seseorang yang telah melepaskan diri dari kesusahan atau kesulitan. Contoh penggunaan kata "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" dalam kalimat yang alami adalah: - Saya merasa lega dan senang saat saya berhasil lulus ujian, seperti melepaskan baju sempit yang terlalu sempit. - Ia merasa seperti telah melulusi baju sempit saat ia mendapatkan pekerjaan impian. - Kami semua merasa senang dan lega saat kami berhasil melewati musim hujan yang sulit. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)" memiliki relevansi yang sangat besar. Kita sering merasakan kesusahan atau kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam pekerjaan, hubungan, atau keuangan. Namun, saat kita berhasil melepaskan diri dari kesusahan tersebut, kita merasa lega dan senang, seperti telah melulusi baju sempit yang terlalu sempit.