Arti Kata "bagi mutlak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagi mutlak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagi mutlak

bagian warisan yang sesuai dengan ketetapan undang-undang yang tidak boleh dikurangi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagi mutlak"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagi mutlak" dalam Kalimat

1.Dalam suatu warisan, bagian utama yang tidak dapat dikurangi adalah bagi mutlak yang telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut.
2.Pengadilan memutuskan bahwa 20% dari harta warisan adalah bagi mutlak yang harus diterima oleh putra tertua.
3.bagi mutlak 10% dari total harta yang dimiliki oleh nenek tersebut akan diberikan kepada cucu yang paling berilmu.
4.Ketika membagi harta warisan, orang tua harus memperhatikan bagi mutlak yang telah ditentukan dalam peraturan pemerintah.
5.Dalam sejarah, kekaisaran Romawi memiliki aturan yang ketat tentang bagi mutlak yang harus diperlukan oleh pewaris tahta.

📚 Artikel terkait kata "bagi mutlak"

Mengenal Kata 'bagi mutlak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagi Mutlak" - Hukum dan Pengertian yang Perlu Diketahui

Dalam bahasa Indonesia, kata "bagi mutlak" memiliki makna yang spesifik dan berbeda dari penggunaan umum. Kata ini berasal dari istilah "bagian warisan" yang sesuai dengan ketetapan undang-undang dan tidak boleh dikurangi. Sejarahnya, kata ini muncul dalam konteks hukum waris di Indonesia, di mana pemerintah ingin menetapkan aturan yang jelas tentang bagaimana harta warisan dibagi antara ahli waris.

Pengertian dan Contoh Penggunaan "bagi Mutlak" dalam Kalimat

Dalam konteks hukum, "bagi mutlak" merujuk pada bagian warisan yang tidak dapat diubah atau dikurangi. Misalnya, "Pemerintah menetapkan bahwa 50% dari harta warisan harus dibagi bagi keluarga anggota keluarga dekat, yang merupakan bagi mutlak." Atau, "Ahli waris A dapat mewarisi 20% dari harta warisan, sedangkan bagian yang lain adalah bagi mutlak yang harus dibagi dengan keluarga lainnya." Dalam kedua contoh di atas, kata "bagi mutlak" digunakan untuk menunjukkan bahwa bagian harta warisan tersebut tidak dapat diubah atau dikurangi.

Bagi Mutlak dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep "bagi mutlak" masih relevan dan sering digunakan dalam konteks hukum dan keuangan. Misalnya, ketika seseorang meninggal, keluarga atau ahli warisnya harus memenuhi kebutuhan hukum yang berlaku, termasuk pembagian harta warisan yang sesuai dengan ketetapan undang-undang. Dalam beberapa kasus, "bagi mutlak" dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa bagian harta warisan tersebut harus dibagi dengan orang lain, seperti keluarga atau organisasi yang terkait. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "bagi mutlak" memiliki makna yang spesifik dan penting dalam konteks hukum dan keuangan. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai situasi.