Arti Kata "barang larangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "barang larangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

barang larangan

barang yang tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "barang larangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "barang larangan" dalam Kalimat

1.Dalam konteks resmi, pemerintah melarang penggunaan barang larangan dalam acara penting.
2.Penggunaan barang larangan di sekolah dapat menimbulkan kesan buruk bagi siswa.
3.Pengedar barang larangan di pasar gelap sering kali melakukan kegiatan ilegal.
4.Sangat berbahaya jika anak kecil menelan barang larangan yang terkait dengan racun.
5.Penggunaan barang larangan dalam karya sastra biasanya memiliki makna filosofis yang dalam.

📚 Artikel terkait kata "barang larangan"

Mengenal Kata 'barang larangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Barang Larangan" - Membangun Kesadaran dan Etika

Kata "barang larangan" memiliki makna yang sangat spesifik dan penting dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Secara umum, "barang larangan" merujuk pada barang-barang yang tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang, baik karena alasan hukum, keselamatan, atau kepentingan masyarakat. Penggunaan kata "barang larangan" sudah ada sejak zaman dahulu, ketika pemerintah kolonial Belanda mengenakan larangan atas barang-barang tertentu, seperti senjata api dan bahan peledak. Pada masa itu, "barang larangan" merujuk pada barang-barang yang dianggap berbahaya atau tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Sampai saat ini, konsep "barang larangan" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hukum dan keselamatan. Misalnya, pada kalimat "Penggunaan **barang larangan** seperti senjata api dan bahan peledak hanya boleh dilakukan oleh oknum yang berwenang," kata "barang larangan" memiliki makna yang sangat spesifik dan penting. Contoh lain adalah pada kalimat "Dalam kegiatan pariwisata, pengunjung tidak diperbolehkan membawa **barang larangan** seperti pistol dan granat," di mana kata "barang larangan" digunakan untuk mengidentifikasi barang-barang yang tidak boleh dibawa ke tempat wisata. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep "barang larangan" sangat relevan, terutama dalam konteks hukum dan keselamatan. Misalnya, penggunaan **barang larangan** seperti senjata api dan bahan peledak hanya boleh dilakukan oleh oknum yang berwenang, seperti tentara dan polisi. Selain itu, penggunaan **barang larangan** juga dapat menimbulkan risiko yang besar bagi keamanan dan keselamatan masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, konsep "barang larangan" masih sangat relevan, terutama dalam konteks hukum dan keselamatan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami makna dan konsep "barang larangan" agar dapat mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan atau dimiliki. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.