Arti Kata "bawat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bawat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bawat

1ba·wat n payung kebesaran (bertangkai panjang dan warnanya sesuai dng pangkat pembesar yg memakainya)

2ba·wat a 1 tergantung ke bawah (spt tali-temali di perahu, pakaian di sampaian, rumbai-rumbai pd pakaian, sulur pd beringin); 2 ki hampir tidak dapat dibuka lagi krn sangat mengantuk (tt mata)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bawat"

📝 Contoh Penggunaan kata "bawat" dalam Kalimat

1.Di acara upacara peringatan hari kemerdekaan, bawat dipakai oleh para pejabat tinggi sebagai lambang kehormatan.
2.Pada zaman dahulu, bawat dipakai sebagai simbol kekuasaan oleh para raja dan bangsa.
3.Sebagai seorang pelajar di sekolah dasar, aku belajar tentang makna dan sejarah bawat sebagai simbol kebesaran.
4.Di masa penjajahan, bawat menjadi lambang perlawanan dan keberanian bagi rakyat yang melawan penjajah.
5.Di museum sejarah, bawat dipamerkan sebagai benda koleksi yang unik dan bersejarah.

📚 Artikel terkait kata "bawat"

Mengenal Kata 'bawat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bawat" - Simbol Kekuasaan yang Menarik

Sejarah dan Makna Kata "Bawat"

Kata "bawat" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu payung kebesaran yang memiliki tangkai panjang dan warna yang sesuai dengan pangkat pembesar yang memakainya. Dalam sejarah, payung bawat digunakan sebagai simbol kekuasaan oleh para raja dan pembesar di masa lalu. Payung ini biasanya dibawa oleh pembesar saat mereka berada di tempat-tempat penting, seperti upacara adat atau perayaan besar.

Penggunaan Kata "Bawat" dalam Kalimat

Payung bawat banyak digunakan dalam kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kekuasaan dan kebesaran. Contohnya, "Pembesar wilayah tersebut ditemani oleh payung bawat saat menghadiri upacara adat". Atau, "Ia duduk diatas payung bawat dan memberikan pidato kepada rakyat". Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata "bawat" digunakan untuk menggambarkan payung kebesaran yang digunakan oleh pembesar.

Keterhubungan dengan Budaya Indonesia Modern

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bawat" tidak lagi digunakan secara langsung sebagai payung kebesaran. Namun, konsep kekuasaan dan kebesaran masih relevan dalam budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam konteks politik, calon presiden seringkali menggunakan simbol kekuasaan seperti payung bawat untuk menunjukkan kebesaran dan kekuatan. Dalam konteks sosial, kata "bawat" masih digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kebesaran dalam masyarakat.