Arti Kata "bayuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bayuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bayuh

ba·yuh n hak istri yg dimadu atas suaminya; giliran istri yg dimadu untuk menerima suaminya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bayuh"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "bayuh" dalam Kalimat

1.Dalam adat istiadat tertentu, istri yang dimadu harus menunjukkan hormat pada istri bayuh suaminya.
2.Pada hari raya, istri bayuh harus menyediakan makanan khas untuk suaminya dan keluarga.
3.Sebagai istri bayuh, dia harus menyesuaikan diri dengan perilaku suaminya yang memiliki kebiasaan unik.
4.Pada masa lalu, istri bayuh seringkali menjadi penasihat istri suami dalam membuat keputusan penting.
5.Dalam konteks sosial, istri bayuh harus memiliki kemampuan untuk mengurusi rumah tangga dengan baik.

πŸ“š Artikel terkait kata "bayuh"

Mengenal Kata 'bayuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bayuh" - Inspirasi dan Motivasi

Bayuh merupakan kata yang memiliki makna spesifik dalam konteks sosial masyarakat tradisional. Kata ini merujuk pada hak istri yang dimadu atas suaminya, atau giliran istri yang dimadu untuk menerima suaminya. Konsep ini memiliki latar belakang historis yang kaya, dimana masyarakat tradisional memiliki sistem kekerabatan yang kompleks.

Praktik Tradisional dan Maknanya

Bayuh masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kekerabatan dan pernikahan. Dalam beberapa daerah, kata bayuh digunakan untuk menyebutkan giliran istri yang dimadu untuk menerima suaminya, sehingga suaminya dapat berkumpul dengan istri lainnya. Dalam arti yang lebih luas, kata bayuh mengacu pada hak istri yang dimadu atas suaminya, memperlihatkan pentingnya keadilan dan kesetaraan dalam pernikahan.

Contoh Penggunaan Kata Bayuh dalam Kalimat

- "Setelah suaminya pulang dari perjalanan, istri yang dimadu menunggu giliran bayuh untuk menerima suaminya." - "Istri yang dimadu merasa bangga karena suaminya memilihnya sebagai bayuh pada hari itu." - "Dalam masyarakat tradisional, konsep bayuh menunjukkan keharmonisan dan keadilan dalam pernikahan."

Relevansi Bayuh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bayuh masih relevan dalam kehidupan modern, terutama dalam konteks pernikahan dan kekerabatan. Dalam beberapa daerah, konsep bayuh digunakan sebagai inspirasi dalam menciptakan pernikahan yang harmonis dan adil. Dengan demikian, kata bayuh menjadi simbol keadilan dan kesetaraan dalam pernikahan, serta pentingnya keharmonisan dalam kehidupan keluarga.