Arti Kata "bedebah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bedebah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bedebah

be·de·bah a celaka (sbg makian): anak --; si --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bedebah"

📝 Contoh Penggunaan kata "bedebah" dalam Kalimat

1.Anak itu mendapat celaan bedebah dari ayahnya karena tidak menyelesaikan tugasnya.
2.Pengamat politik menuding lawannya dengan menggunakan kata-kata bedebah untuk mengacaukan kestabilan pemerintah.
3.Dalam cerita rakyat, perempuan cantik itu digambarkan sebagai seorang bedebah yang memanfaatkan kasih sayang orang lain dengan berbohong.
4.Pengajar membentak siswa dengan kata-kata bedebah karena tidak mematuhi aturan yang ada di kelas.
5.Dalam masyarakat adat, seseorang yang melakukan kecurangan dan menipu orang lain akan dipanggil bedebah dan dihukum dengan cara yang keras.

📚 Artikel terkait kata "bedebah"

Mengenal Kata 'bedebah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Makna Bedebah dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, **bedebah** memiliki makna yang sangat spesifik dan sering kali digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Kata ini merujuk pada seseorang yang menipu atau berbohong dengan cara yang licik dan memalukan. Makna ini tidak hanya terbatas pada individu, tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan atau perilaku yang tidak jujur dan tidak etis.

Ketika Anak Mengatakan "Bedebah" dengan Makna Makian

Penggunaan kata **bedebah** dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. Seorang anak dapat mengatakan, "Ayah, kamu bedebah!" ketika dia merasa ayahnya telah berbohong padanya. Sementara itu, seorang teman dapat mengatakan, "Dia memang bedebah, tidak patut dipercaya!" ketika dia ingin menggambarkan kecurangan seseorang. Contoh lain, ketika seseorang mengatakan, "Dia menipu kami, dia bedebah!" yang menunjukkan tindakan kecurangan tersebut sangat tidak etis.

Relevansi Bedebah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata **bedebah** memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia, orang sering kali menggunakan kata ini untuk menggambarkan tindakan yang tidak jujur dan tidak etis. Dalam kehidupan bisnis, seseorang yang melakukan kecurangan atau penipuan dapat dianggap sebagai **bedebah** yang tidak pantas dipercaya. Sementara itu, dalam kehidupan sosial, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berbohong atau menipu teman atau keluarga.