Arti Kata "diskrepansi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diskrepansi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diskrepansi

dis·kre·pan·si /diskrépansi/ n ketidakcocokan; ketidaksesuaian: perbedaan tujuan dl pelbagai sektor tidak akan membawa --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diskrepansi"

📝 Contoh Penggunaan kata "diskrepansi" dalam Kalimat

1.Dalam konteks akademik, penelitian menunjukkan adanya diskrepansi antara teori dan praktik dalam implementasi kebijakan publik.
2.diskrepansi antara harapan dan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan frustrasi dan kekecewaan.
3.Pada era kolonial, diskrepansi antara sistem pemerintahan dan kebiasaan masyarakat lokal seringkali menyebabkan konflik.
4.Dalam konteks sosial, diskrepansi antara nilai-nilai keagamaan dan praktik sehari-hari dapat menyebabkan perdebatan dan kontroversi.
5.Pengusaha harus memahami diskrepansi antara kebutuhan pasar dan kemampuan perusahaan untuk mengembangkan strategi bisnis yang efektif.

📚 Artikel terkait kata "diskrepansi"

Mengenal Kata 'diskrepansi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Diskrepansi" dalam Bahasa Indonesia

Kata "diskrepansi" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada ketidakcocokan atau ketidaksesuaian antara dua hal yang seharusnya memiliki hubungan yang sama. Konsep ini sudah ada sejak lama, dan dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perbedaan pendapat antara individu, perbedaan tujuan antar sektor, atau bahkan perbedaan nilai-nilai antar masyarakat. Dalam konteks sejarah, diskrepansi sering kali terjadi ketika adat istiadat atau tradisi lama bertabrakan dengan perubahan zaman. Contoh klasik dapat dilihat dalam perubahan sosial dan budaya yang terjadi di Indonesia pada abad ke-20. Pada masa itu, negara harus berusaha untuk memadukan nilai-nilai lama dengan kebutuhan modern. Hal ini menimbulkan diskrepansi antara tradisi dan kemajuan, yang pada akhirnya membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, diskrepansi sering kali ditemukan dalam berbagai konteks. Contohnya, dalam hubungan antara atasan dan bawahan, perbedaan pendapat tentang tujuan dan strategi dapat menyebabkan diskrepansi. Berikut beberapa contoh penggunaan kata diskrepansi dalam kalimat yang alami: * "Perbedaan tujuan antara pemerintah dan masyarakat dapat menyebabkan diskrepansi dalam keputusan pembangunan." * "Diskrepansi antara nilai-nilai lama dan modern dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat." * "Perusahaan harus memperhatikan diskrepansi antara kepentingan individu dan kepentingan perusahaan." Dalam budaya Indonesia modern, diskrepansi sering kali menjadi topik perdebatan dalam berbagai konteks. Dalam politik, diskrepansi antara kepentingan individu dan kepentingan negara sering kali menjadi masalah yang kompleks. Sama halnya dalam ekonomi, diskrepansi antara kebutuhan dan sumber daya dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar. Dalam kesimpulan, kata "diskrepansi" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, diskrepansi sering kali dilihat sebagai konflik antara tradisi dan kemajuan, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, diskrepansi dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti hubungan antar individu, perbedaan tujuan antar sektor, atau bahkan perbedaan nilai-nilai antar masyarakat.