Arti Kata "beledu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "beledu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

beledu

be·le·du n kain dng permukaan yg tebal, berbulu halus pd bagian depan dan rata pd bagian belakang, lembut, berkilat, sering dibuat kopiah atau baju kebesaran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "beledu"

📝 Contoh Penggunaan kata "beledu" dalam Kalimat

1.Dia memilih topi beledu yang cantik untuk acara formal hari itu.
2.Di pasar tradisional, ada penjual yang menyediakan beberapa koleksi beledu yang unik.
3.Pakaian tersebut terbuat dari kain beledu yang tebal dan lembut, membuatnya nyaman dipakai.
4.Di rumah, ibu membuat kopiah dari beledu untuk anaknya agar terlihat cantik.
5.Di pameran fashion, desainer menampilkan koleksi baju kebesaran yang terbuat dari kain beledu yang berkilat.

📚 Artikel terkait kata "beledu"

Mengenal Kata 'beledu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "beledu" - Inspirasi dari Kain Elegan

Kata "beledu" seringkali membuat kita teringat dengan kain yang elegan dan mewah. Dalam arti resmi, beledu adalah kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat, dan sering dibuat sebagai kopiah atau baju kebesaran. Beledu memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama pada abad ke-19 dan ke-20. Warga pesisir pantai, seperti di Aceh dan Kalimantan, kerap menggunakan beledu sebagai pakaian adat yang mewah dan elegan. Mereka memilih kain ini karena teksturnya yang lembut dan berkilat, serta dapat dibuat dengan cara yang rumit. Beledu sering digunakan dalam kalimat seperti: "Dia memakai beledu merah sebagai baju kebesaran pada hari raya." atau "Kopiah dari beledu hitam menjadi bagian dari pakaian adat yang formal." Kedua contoh tersebut menunjukkan bagaimana beledu dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, beledu masih digunakan sebagai bahan baku untuk membuat pakaian adat atau baju kebesaran. Namun, dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup modern, penampilan beledu juga dapat dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan selera masyarakat.