Arti Kata "mutualisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mutualisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mutualisme

mu·tu·a·lis·me n hubungan timbal-balik yg saling menguntungkan antara dua organisme, msl semut dan kutu daun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mutualisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "mutualisme" dalam Kalimat

1.Hubungan antara semut dan kutu daun merupakan contoh baik dari mutualisme di alam.
2.Dalam ekosistem, mutualisme memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
3.Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa mutualisme dapat meningkatkan produktivitas dan keanekaragaman hayati.
4.Kerja sama antara manusia dan mikroorganisme pada perut dapat dianggap sebagai contoh mutualisme yang efektif.
5.Dalam pertanian organik, mutualisme antara tanaman dan jamur dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

📚 Artikel terkait kata "mutualisme"

Mengenal Kata 'mutualisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mutualisme" - Hubungan Timbal-Balik yang Saling Menguntungkan

Dalam biologi, kata mutualisme merujuk pada hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan antara dua organisme. Konsep ini tidak hanya terbatas pada hubungan antara spesies, tetapi juga dapat diterapkan pada hubungan antara manusia dan lingkungan sekitar. Hubungan mutualisme ini telah ada sejak zaman dahulu dan dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, seperti antara semut dan kutu daun. Contoh penggunaan kata mutualisme dalam kalimat alami adalah: "Hubungan antara semut dan kutu daun adalah contoh yang jelas dari mutualisme di alam. Semut mendapatkan manfaat dari madu kutu daun, sedangkan kutu daun mendapatkan perlindungan dari serangan predator oleh semut." Selain itu, hubungan mutualisme juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti antara manusia dan hewan peliharaan. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep mutualisme sangat relevan dengan nilai-nilai budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam budaya Jawa, konsep "gotong royong" dapat dianggap sebagai contoh mutualisme di masyarakat. Masyarakat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, sehingga semua pihak mendapatkan manfaat. Selain itu, konsep mutualisme juga dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, politik, dan lingkungan. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan lingkungan sekitar.