Arti Kata "benang putih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "benang putih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

benang putih

Kiasan yang belum ternoda, misalnya anak yang masih kecil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "benang putih"

📝 Contoh Penggunaan kata "benang putih" dalam Kalimat

1.Anak kecil itu masih seperti benang putih yang belum pernah terkena polusi.
2.Dalam kehidupan pernikahan, pasangan suami istri harus menjaga benang putih agar tidak tercemar.
3.benang putih yang masih murni dan tidak pernah terkontaminasi adalah simbol kebersihan dalam dunia industri.
4.Dengan menjaga kesucian dan kejujuran, seseorang dapat tetap menjadi benang putih di tengah-tengah masyarakat yang sering terganggu oleh hal-hal negatif.
5.Di pabrik tekstil, benang putih yang segar dan berkualitas adalah bahan baku utama yang digunakan untuk membuat kain yang indah.

📚 Artikel terkait kata "benang putih"

Mengenal Kata 'benang putih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Benang Putih" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "benang putih" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan sesuatu yang masih murni dan belum tercemar. Dalam konteks sejarah, terutama pada masa kolonial Belanda, "benang putih" merujuk pada bangsawan atau orang-orang Eropa yang masih murni dan belum terkontaminasi dengan budaya lokal. Penggunaan kata ini juga dapat menandakan bahwa seseorang masih memiliki reputasi baik dan belum terlibat dalam aktivitas yang tidak pantas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "benang putih" sering digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang masih kecil dan belum terpengaruh oleh pengaruh negatif. Misalnya, orangtua mungkin mengatakan bahwa anak mereka masih "benang putih" dan perlu dilindungi dari pengaruh yang tidak baik. Contoh lainnya adalah, "Dia masih benang putih, jangan biarkan dia terlibat dalam kegiatan yang tidak pantas." Dalam budaya Indonesia modern, kata "benang putih" juga memiliki makna yang lebih luas. Banyak orang yang menggunakan kata ini untuk menggambarkan seseorang yang masih memiliki nilai-nilai moral yang baik dan belum terpengaruh oleh pengaruh negatif. Dalam konteks ini, "benang putih" menjadi simbol dari kesucian dan kejernihan. Dengan demikian, kata "benang putih" dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesucian dalam diri kita sendiri.

Menjaga Nilai-Nilai Moral dengan "Benang Putih"

Dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan, kita perlu menjaga nilai-nilai moral yang baik. Dengan memelihara "benang putih" dalam diri kita, kita dapat terhindar dari pengaruh negatif dan tetap memiliki reputasi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita masih "benang putih" dan perlu dilindungi dari pengaruh yang tidak pantas. Dengan demikian, kita dapat menjaga kebersihan dan kesucian dalam diri kita sendiri dan menjadi contoh bagi orang lain.