Arti Kata "benguk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "benguk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

benguk

1be·nguk a murung; bersedih;
ber·be·nguk v merasa murung

2be·nguk n 1 tumbuhan jenis kacang kara yg besar, kulitnya berbulu, bijinya dapat dibuat tempe; Mucuna pruriens; 2 biji benguk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "benguk"

📝 Contoh Penggunaan kata "benguk" dalam Kalimat

1.Setelah kehilangan saudara yang tercinta, dia terlihat sangat berduka dan sedih, beguk sepanjang hari.
2.Pada hari ulang tahunnya, dia merasa beguk karena tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun.
3.Di dalam novel tersebut, tokoh utama mengalami kehilangan yang membuatnya beguk dan tidak pernah pulih.
4.Guru membantu muridnya yang sedang beguk karena kehilangan orang tua, dengan memberikan dukungan dan kenyamanan.
5.Ketika melihat keadaan bencana alam yang menghancurkan kota, banyak orang yang beguk dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

📚 Artikel terkait kata "benguk"

Mengenal Kata 'benguk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Benguk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "benguk" memiliki makna yang sangat kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan perasaan murung atau sedih. Namun, makna ini tidak hanya terbatas pada perasaan manusia, melainkan juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi alam yang buruk atau tidak menentu. Dalam konteks historis, kata "benguk" telah digunakan sejak zaman kuno untuk menggambarkan keadaan alam yang buruk atau tidak menentu, seperti hujan lebat atau badai. Benguk dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan perasaan murung atau sedih. Misalnya, "Dia menjadi benguk setelah kehilangan saudaranya" atau "Cuaca hari ini sangat benguk, tidak ada sinar matahari". Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi alam yang buruk, seperti "Hujan benguk menghantam kota selama beberapa hari". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "benguk" memiliki relevansi yang sangat penting. Banyak orang yang mengalami perasaan benguk akibat kehilangan orang yang dicintai atau menghadapi masalah yang sulit. Namun, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi alam yang buruk, seperti bencana alam atau kekeringan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "benguk" digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam sastra, film, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "benguk" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dari perasaan murung atau sedih hingga kondisi alam yang buruk, kata ini dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan keadaan yang tidak menentu atau buruk.