Arti Kata "berani malu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berani malu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berani malu

Peribahasa berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berani malu"

📝 Contoh Penggunaan kata "berani malu" dalam Kalimat

1.Dia berani malu karena mencuri uang di tempat kerja, tetapi ketika ketahuan, dia langsung menyesal.
2.Saya melihat dia berani malu, karena memalsukan nilai siswa, tapi setelah ditemukan, dia merasa bersalah.
3.Dia adalah contoh anak muda yang berani malu, melakukan aksi kekerasan, tapi setelah itu, dia menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi.
4.Pernah ada orang yang berani malu, membual tentang kekayaannya, tapi ketika ketahuan, dia malah dipermalukan oleh masyarakat.
5.Dia tidak pernah berani malu, karena selalu berbohong dan berdusta, tetapi setelah kebenaran terbuka, dia merasa malu dan bersalah.

📚 Artikel terkait kata "berani malu"

Mengenal Kata 'berani malu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berani malu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "berani malu" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Secara resmi, peribahasa ini berarti melakukan sesuatu yang terlarang atau tidak pantas, tetapi setelah ketahuan baru menyesal. Peribahasa ini memiliki latar belakang historis yang menarik, karena menggambarkan sifat manusia yang cenderung berani melakukan hal-hal yang tidak pantas, tetapi setelah konsekuensinya datang baru menyesal. Dalam konteks sosial, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "berani malu" dalam kalimat yang alami: * "Dia berani malu mengambil uang dari kantong teman yang sedang tidur." * "Dia berani malu mengutip tulisan orang lain tanpa memberi kredit." * "Dia berani malu memalsukan dokumen untuk mendapatkan pekerjaan yang tidak pantas." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "berani malu" masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Di Indonesia, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki etika. Oleh karena itu, perlu kita pelajari dan mengingatkan diri sendiri untuk tidak berani malu dan melakukan hal-hal yang tidak pantas. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang yang lebih bertanggung jawab dan memiliki etika yang baik. Peribahasa "berani malu" juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu menggambarkan sifat manusia yang cenderung berani melakukan hal-hal yang tidak pantas, tetapi setelah konsekuensinya datang baru menyesal. Dalam konteks ini, peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang tidak memiliki rasa malu dan tidak memiliki etika. Oleh karena itu, perlu kita pelajari dan mengingatkan diri sendiri untuk tidak berani malu dan melakukan hal-hal yang tidak pantas.