Arti Kata "parlementarisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "parlementarisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

parlementarisme

par·le·men·ta·ris·me /parleméntarisme/ n paham bahwa semua proses kenegaraan dan hukum harus dikendalikan oleh parlemen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "parlementarisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "parlementarisme" dalam Kalimat

1.Parlemen Indonesia menganut sistem parlementarisme untuk mengatur pemerintahan.
2.Dalam konteks internasional, parlementarisme banyak dipraktikkan oleh negara-negara Eropa.
3.Sistem parlementarisme di Indonesia telah membawa perubahan positif dalam proses pembuatan kebijakan.
4.Di beberapa negara, parlementarisme dianggap lebih demokratis daripada sistem presidensialisme.
5.Banyak ahli politik berpendapat bahwa parlementarisme lebih efektif dalam mengontrol pemerintahan.

📚 Artikel terkait kata "parlementarisme"

Mengenal Kata 'parlementarisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Parlementarisme" - Inspirasi dan Motivasi Politik

Parlementarisme adalah sebuah konsep politik yang telah berkembang selama berabad-abad. Dalam bahasa Indonesia, parlementarisme diartikan sebagai paham bahwa semua proses kenegaraan dan hukum harus dikendalikan oleh parlemen. Konsep ini berasal dari Perancis pada abad ke-19, di mana parlemen digunakan sebagai sarana untuk membatasi kekuasaan raja dan meningkatkan keadilan sosial. Parlementarisme memiliki akar historis yang kaya, terutama pada Revolusi Perancis tahun 1789. Pada saat itu, parlemen Perancis memainkan peran penting dalam membatasi kekuasaan Raja Louis XVI dan membantu mengembangkan konsep demokrasi. Dari sana, parlementarisme berkembang dan menjadi sistem politik yang umum digunakan di berbagai negara. Dalam praktiknya, parlementarisme digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seorang politisi mengatakan, "Parlemen harus memainkan peran penting dalam memutuskan kebijakan ekonomi negara," maka itu berarti bahwa mereka berpendapat bahwa parlemen harus memiliki pengaruh besar dalam menetapkan kebijakan ekonomi. Atau, ketika seorang analis politik mengatakan, "Parlementarisme tidak cukup untuk membentuk negara yang stabil," maka itu berarti bahwa mereka berpendapat bahwa parlemen sendiri tidak cukup untuk membentuk negara yang stabil. Dalam kehidupan sehari-hari, parlementarisme memiliki relevansi yang signifikan. Di Indonesia, misalnya, parlemen memiliki peran penting dalam membentuk kebijakan dan mengawasi pemerintah. Dalam demokrasi, parlemen digunakan sebagai sarana untuk memperjuangkan hak-hak warga negara dan membatasi kekuasaan pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep parlementarisme dan bagaimana cara menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.