Arti Kata "binatu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "binatu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

binatu

bi·na·tu ? penatu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "binatu"

📝 Contoh Penggunaan kata "binatu" dalam Kalimat

1.Dalam konteks resmi, pasangan suami istri itu dianggap sebagai keluarga binatu setelah mereka menikah.
2.Pernikahan dengan pasangan suami istri keluarga binatu tidak diharuskan untuk mengganti nama keluarga.
3.Dalam beberapa kasus, anak-anak dari pasangan binatu mungkin mengalami kesulitan dalam menentukan identitas keluarga.
4.Pada abad ke-19, istilah "binatu" digunakan untuk menjelaskan status sosial pasangan suami istri yang memiliki status sosial berbeda.
5.Penggunaan istilah "binatu" dalam konteks sosial seringkali terkait dengan diskriminasi terhadap pasangan yang memiliki status sosial berbeda.

📚 Artikel terkait kata "binatu"

Mengenal Kata 'binatu' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Makna Binatu

Binatu adalah kata yang memiliki makna khusus dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, binatu berarti 'bi·na·tu, penatu', yang memiliki konteks historis dan sosial yang menarik. Dalam bahasa Indonesia kuno, binatu merujuk pada orang yang memiliki dua orang tua yang berbeda, baik itu ayah dan ibu yang memiliki latar belakang budaya atau agama yang berbeda. Konsep ini memiliki relevansi dalam sejarah dan budaya Indonesia, terutama pada masa-masa perubahan sosial dan politik yang signifikan.

Contoh Penggunaan Binatu dalam Kalimat

Binatu memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan binatu dalam kalimat yang alami: "Anak perempuan ini adalah binatu karena ibunya berasal dari suku Jawa, sementara ayahnya dari suku Sunda." "Pada masa kolonial, banyak orang yang menjadi binatu karena percampuran budaya antara penduduk asli dan penjajah." "Binatu memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam proses perubahan sosial dan politik."

Relevansi Binatu dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pada saat ini, konsep binatu masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak orang yang memiliki latar belakang budaya atau agama yang berbeda, dan konsep binatu dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena ini. Selain itu, binatu juga memiliki relevansi dalam konteks perubahan sosial dan politik yang terus berlangsung di Indonesia. Dengan memahami makna dan konteks binatu, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya Indonesia.