Arti Kata "bolong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bolong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bolong

bo·long a cak berlubang tembus;
-- melompong kosong sama sekali;
ber·bo·long-bo·long v berlubang-lubang tembus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bolong"

📝 Contoh Penggunaan kata "bolong" dalam Kalimat

1.Pintu kayu itu sudah bolong dan tidak bisa digunakan lagi.
2.Saya harus mencari bantuan karena jalan yang saya lalui bolong karena banjir.
3.Pengalaman hidup yang bolong membuatnya sulit untuk memiliki kepercayaan diri.
4.Saya mencoba mengisi lubang yang bolong di dinding dengan menggunakan plester.
5.Gedung yang bolong karena gempa bumi harus segera direkonstruksi untuk menghindari bahaya.

📚 Artikel terkait kata "bolong"

Mengenal Kata 'bolong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bolong" - Makna Lebih dalam dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "bolong" memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Menurut KBBI, bolong secara resmi berarti berlubang-lubang tembus atau melompong kosong sama sekali. Kata ini telah digunakan dalam bahasa Indonesia sejak zaman kolonial dan memiliki makna yang terkait dengan ide kekosongan atau ketiadaan. Dalam sejarah, kata bolong sering digunakan untuk menggambarkan kondisi bangunan atau struktur yang rusak atau hancur.

Penggunaan Kata "bolong" dalam Kalimat Alami

Kata "bolong" dapat digunakan dalam berbagai kalimat alami untuk menggambarkan kondisi atau situasi yang berlubang-lubang tembus. Contohnya adalah: "Jalan tersebut rusak dan berlubang-lubang tembus, sehingga perlu segera diperbaiki." Atau, "Buku tersebut bolong-bolong karena digigit tikus." Dalam contoh-contoh ini, kata "bolong" digunakan untuk menggambarkan kondisi yang rusak atau hancur.

Relevansi Kata "bolong" dalam Kehidupan Sehari-hari dan Budaya Indonesia

Kata "bolong" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia. Dalam beberapa konteks, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi yang kosong atau tiada. Misalnya, dalam konteks spiritual, kata "bolong" dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi jiwa yang kosong atau terasing. Dalam konteks sosial, kata "bolong" dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi kehidupan yang sengsara atau tertinggal. Dengan demikian, kata "bolong" memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia.