Arti Kata "brunai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "brunai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

brunai

bru·nai n pohon perdu yg tingginya dapat mencapai 4—5 m, kayunya lurus dan keras, biasanya untuk tongkat; Antidesma neurocarpum

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "brunai"

📝 Contoh Penggunaan kata "brunai" dalam Kalimat

1.Orang-orang masyarakat brunai Darussalam memiliki kebiasaan menggunakan tongkat dari kayu brunai sebagai alat bantu sehari-hari.
2.Pada saat itu, mereka menemukan kayu brunai yang sangat keras dan lurus, sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan pembuatan tongkat.
3.Dalam kegiatan ekologi, para ahli menemukan bahwa tanaman brunai memiliki sistem perakaran yang sangat dalam, sehingga dapat menyerap air dengan efektif.
4.Pada saat perjalanan, saya melihat beberapa orang menggunakan tongkat dari kayu brunai untuk membantu mereka berjalan di jalan yang berbatu.
5.Para peneliti melakukan penelitian tentang kegunaan kayu brunai dalam pembuatan peralatan medis, seperti tongkat untuk penderita penyakit otot.

📚 Artikel terkait kata "brunai"

Mengenal Kata 'brunai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Brunai" - Kayu Lurus dan Keras

Kata "brunai" mungkin tidak terlalu umum dipasang dalam percakapan sehari-hari, namun sebenarnya 'bru·nai n pohon perdu yg tingginya dapat mencapai 4—5 m, kayunya lurus dan keras, biasanya untuk tongkat; Antidesma neurocarpum' mempunyai makna yang sangat penting dalam beberapa konteks. Dalam arti resmi, brunai merupakan jenis pohon perdu yang memiliki kayu lurus dan keras, biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat tongkat. Pohon ini berasal dari genus Antidesma dan memiliki tinggi sekitar 4-5 meter. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "brunai" dalam kalimat yang alami: - Pada sore hari, dia mencari kayu brunai yang lurus untuk membuat tongkat pancing. - Mereka menggunakan kayu brunai sebagai bahan untuk membuat peralatan olahraga. - Pohon brunai memiliki kayu yang sangat keras dan tahan lama. Kata "brunai" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Pada beberapa daerah di Indonesia, pohon brunai dianggap sebagai sumber daya alam yang sangat berharga, karena kayunya dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Selain itu, pohon brunai juga memiliki nilai spiritual dan budaya yang signifikan.