Arti Kata "bungkil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bungkil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bungkil

bung·kil n ampas (kacang, kedelai, kelapa) yg sudah diambil minyaknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bungkil"

📝 Contoh Penggunaan kata "bungkil" dalam Kalimat

1.bungkil kacang yang dihasilkan dari pabrik minyak sangat berguna sebagai pupuk alami.
2.Pada masa lalu, bungkil kelapa digunakan sebagai bahan pembuatan sabun.
3.Dalam proses produksi, bungkil kedelai diolah menjadi berbagai produk makanan bergizi.
4.Pengolahan bungkil kelapa menjadi bahan bakar dapat membantu mengurangi kebutuhan minyak bumi.
5.Di desa ini, bungkil kacang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik.

📚 Artikel terkait kata "bungkil"

Mengenal Kata 'bungkil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bungkil" - Ampas yang Mengandung Manfaat

Kata "bungkil" seringkali tidak terlalu familiar di telinga kita, tetapi secara faktual, kata ini memiliki makna yang cukup berguna dalam konteks industri makanan. Bungkil diartikan sebagai ampas atau sisa hasil fermentasi dari berbagai bahan seperti kacang, kedelai, atau bahkan kelapa. Dalam proses pengolahan, minyak yang terkandung di dalam bahan-bahan tersebut diambil, sehingga meninggalkan bungkil sebagai sisa yang tidak bisa dipergunakan secara langsung. Bungkil memiliki peranan penting di dalam beberapa produk makanan, misalnya dalam pembuatan tepung dan lemak. Tepung yang dihasilkan dari bungkil dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatannya. Misalnya, dalam pembuatan tepung beras, atau produk-produk olahan lainnya. Selain itu, lemak yang dihasilkan dari bungkil juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk kosmetik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan penggunaan kata "bungkil" dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam industri makanan, kata ini seringkali digunakan untuk menggambarkan bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks lain seperti industri kecantikan, di mana lemak dari bungkil digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk-produk kecantikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bungkil" juga memiliki relevansi yang cukup dalam konteks industri makanan dan kecantikan. Bungkil memiliki manfaat yang cukup besar dalam pembuatan produk-produk makanan dan kecantikan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih memahami makna dari kata "bungkil" dan bagaimana cara menggunakannya dalam konteks yang tepat.