Arti Kata "sangyang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sangyang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sangyang

sang·yang kl n sebutan dewa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sangyang"

📝 Contoh Penggunaan kata "sangyang" dalam Kalimat

1.Dalam agama Hindu, Dewa Siwa sering disebut sebagai Sanghyang Siwa, yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan atau menciptakan dunia.
2.Pengaruh agama Hindu dapat dilihat dalam sejarah, terutama dalam hal budaya dan tradisi yang masih dipraktikkan hingga saat ini, seperti pemujaan Sanghyang siwa.
3.Dalam mitologi Jawa, Sanghyang Siwa digambarkan sebagai dewa yang memiliki kekuatan gaib dan dapat mengontrol alam.
4.Pengaruh agama Hindu juga dapat dilihat dalam sastra, seperti dalam kisah Ramayana yang mengisahkan tentang keberanian Rama dan kebijaksanaan Sanghyang Siwa.
5.Dalam konteks pendidikan, Sanghyang Siwa sering digunakan sebagai contoh dewa yang memiliki kekuatan besar dan kebijaksanaan yang tinggi.

📚 Artikel terkait kata "sangyang"

Mengenal Kata 'sangyang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sangyang" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, "sangyang" memiliki makna yang luas dan kaya. Secara resmi, kata ini digunakan sebagai sebutan untuk dewa, yang melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kekuasaan. Dalam konteks budaya dan sejarah, dewa sangyang sering diasosiasikan dengan keseimbangan alam, keharmonisan, dan keadilan. Dewa ini juga sering dipuja dan disembah oleh masyarakat untuk mendapatkan perlindungan, keamanan, dan keberkahan. Sangyang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu. Mereka percaya bahwa dewa ini memiliki kekuatan untuk mengatur alam, menyeimbangkan ketersediaan sumber daya, dan menjaga keamanan masyarakat. Dalam praktiknya, masyarakat melakukan berbagai upacara dan ritual untuk memuja dewa sangyang, seperti mempersembahkan korban hewan, melaksanakan ritual keagamaan, dan melakukan ritual keharmonisan dengan alam. Contoh penggunaan kata "sangyang" dalam kalimat alami adalah: "Penganut agama Hindu percaya bahwa dewa sangyang memiliki kekuasaan untuk mengatur langit dan bumi." "Masyarakat yang beragama Hindu melakukan ritual sangyang untuk memohon hujan dan mengatasi kemarau panjang." "Dalam ajaran sangyang, manusia harus menjaga keseimbangan alam dan menghormati keberadaan lainnya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sangyang" masih digunakan sebagai inspirasi dan motivasi. Masyarakat yang ingin mencapai keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan mereka sering menggunakan kata ini sebagai sumber inspirasi. Mereka percaya bahwa dewa sangyang memiliki kebijaksanaan dan kekuasaan untuk membantu mereka mencapai tujuan dan impian. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sangyang" masih dianggap sebagai lambang kekuatan, kebijaksanaan, dan keadilan.