Arti Kata "buntat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buntat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buntat

bun·tat n bagian kapur yg menjadi keras dan membatu pd tumbuh-tumbuhan, badan binatang, atau manusia;
-- hendak jadi kemala, pb tidak tahu diri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buntat"

📝 Contoh Penggunaan kata "buntat" dalam Kalimat

1.Ketika saya terkena buntat, kulitku menjadi kering dan kasar.
2.Saya harus berhati-hati agar tidak terkena buntat akibat terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.
3.Di daerah yang lembap, buntat lebih cepat terjadi pada kulit manusia.
4.Pada tahap awal kanker, kulit mungkin akan terasa gatal dan muncul buntat.
5.Saya sering melihat ikan dengan buntat di kulitnya, tapi masih bisa hidup dengan baik.

📚 Artikel terkait kata "buntat"

Mengenal Kata 'buntat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buntat" - Pengertian dan Contoh Penggunaan

Kata "buntat" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apa maknanya secara pasti? Kata ini memiliki arti yang unik dan menarik, yaitu bagian kapur yang menjadi keras dan membatu pada tumbuh-tumbuhan, badan binatang, atau manusia. Dalam konteks historis, kata ini dipakai untuk menggambarkan proses pengerasan atau pembentukan kapur menjadi batu. Selain itu, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan sifat atau kondisi seseorang yang tidak tahu diri atau memiliki perilaku yang tidak sesuai. Contoh penggunaan kata "buntat" dapat dilihat dalam kalimat berikut: - Saya melihat tumbuhan yang memiliki buntat pada batangnya, membuatnya menjadi keras dan tidak dapat tumbuh dengan normal. - Anak tersebut memiliki buntat pada wajahnya, membuatnya terlihat tidak enak hati. - Orang itu sangat buntat, tidak tahu diri dan sering mengganggu orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buntat" memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, jika kita melihat seseorang yang memiliki sifat tidak tahu diri atau tidak menghargai orang lain, kita dapat mengatakan bahwa mereka adalah buntat. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti dalam lagu atau puisi yang menggambarkan sifat atau kondisi seseorang. Dalam budaya Indonesia, kata "buntat" sering digunakan untuk menggambarkan sifat tidak tahu diri atau tidak menghargai orang lain, sehingga sangat relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari.