Arti Kata "cabul" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cabul" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cabul

ca·bul a keji dan kotor; tidak senonoh (melanggar kesopanan, kesusilaan): ia suka sekali berkata (berbuat) --;
ber·ca·bul v 1 berbuat cabul; 2 cak timbul dan menular-nular; berjangkit (tt penyakit); 3 cak berkecamuk (tt badai, ombak, perang, dsb); 4 cak merajalela (tt kejahatan dsb);
men·ca·bul v mencabuli;
men·ca·buli v 1 mencemari (kehormatan perempuan); 2 cak memperkosa atau melanggar hak (kedaulatan dsb): tindakannya telah ~ kebebasan politik negara lain;
per·ca·bul·an n segala sesuatu yg berhubungan dng perkara cabul (tt pelanggaran kesopanan); perihal cabul;
pen·ca·bul·an n proses, cara, perbuatan cabul atau mencabuli;
ke·ca·bul·an n 1 sifat-sifat cabul; 2 perbuatan (perihal) cabul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cabul"

📝 Contoh Penggunaan kata "cabul" dalam Kalimat

1.Dia dituduh melakukan tindakan cabul yang sangat keji dan tidak senonoh.
2.Tindakan mencabuli hukum dan kebebasan politik negara lain adalah tindakan yang sangat menghakimi.
3.Perbuatan cabul seperti itu harus dihentikan dan diadili dengan tegas.
4.Dalam agama, perbuatan cabul adalah perbuatan yang sangat tercela dan tidak diperbolehkan.
5.Pengadilan menegaskan bahwa tindakan mencabuli hak asasi manusia adalah tindakan yang sangat berat dan harus dihukum dengan tegas.

📚 Artikel terkait kata "cabul"

Mengenal Kata 'cabul' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Kabul dalam Bahasa Indonesia: Makna, Contoh, dan Relevansi

Dalam bahasa Indonesia, kata cabul memiliki makna yang sangat jelas dan kuat. Secara umum, cabul berarti perilaku yang tidak senonoh, melanggar kesopanan, dan kotor. Dalam konteks historis dan sosial, kata cabul sering digunakan untuk menggambarkan tindakan yang tidak pantas dan tidak hormat terhadap individu atau masyarakat. Perilaku cabul seringkali dianggap sebagai tindakan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa cabul bukanlah sebuah perilaku yang dapat diterima dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, cabul dapat diartikan sebagai pelanggaran hak atau kedaulatan individu atau kelompok. Berikut beberapa contoh penggunaan kata cabul dalam kalimat yang alami: "Tindakannya dianggap sebagai cabul yang tidak pantas terhadap perempuan," atau "Perilaku cabul tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada reputasi individu." Dalam beberapa kasus, kata cabul juga dapat diartikan sebagai proses atau cara melakukan tindakan yang tidak pantas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata cabul masih sangat relevan. Bahkan dalam budaya Indonesia modern, cabul masih dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat diterima. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga perilaku yang sopan dan hormat terhadap individu atau masyarakat. Dengan begitu, kita dapat menghindari tindakan cabul yang dapat menyebabkan kerusakan pada reputasi individu atau masyarakat.