Arti Kata "capit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "capit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

capit

ca·pit Jw n sepit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "capit"

📝 Contoh Penggunaan kata "capit" dalam Kalimat

1.Di sekolah, murid harus mengenakan saputangan dan tidak boleh mencapit rambutnya.
2.Ibu mencoba mencapit topi cucunya agar tidak terkena hujan.
3.Pengajar meminta siswa untuk tidak mencapit buku teks mereka ketika berbicara di depan kelas.
4.Dalam kesepakatan, mereka tidak boleh mencapit kekayaan teman untuk kepentingan bersama.
5.Pengusaha mencapit kesempatan berinvestasi di pasar saham untuk meningkatkan keuntungan perusahaannya.

📚 Artikel terkait kata "capit"

Mengenal Kata 'capit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Capit" - Pengertian dan Konteksnya

Kata "capit" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, tetapi apa sebenarnya maknanya? Kata ini memiliki akar bahasa yang unik dan memiliki konteks yang menarik. Dalam konteks historis, "capit" memiliki makna sebagai sepit yang digunakan untuk mengikat atau memegang sesuatu. Namun, dalam konteks modern, kata "capit" lebih sering digunakan dalam arti yang lebih luas, seperti mengacu pada situasi yang sulit atau mengancam.

Ketika Menghadapi Kesulitan, Jangan Capit!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang sulit atau mengancam. Namun, bukanlah saat-saat seperti itu yang harus membuat kita "capit" atau menyerah. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "capit" dalam kalimat yang alami: * Setelah bekerja keras selama seminggu, dia tidak ingin capit dan menyerah pada proyek yang sedang dikerjakan. * Jangan capit dan menyerah, karena setiap kesulitan pasti ada solusinya. * Ia tidak ingin capit dan membiarkan kegagalan mengalahkan semangatnya.

Capit dalam Budaya Indonesia Modern

Kata "capit" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks sosial, "capit" dapat mengacu pada situasi yang sulit atau mengancam, tetapi juga dapat menjadi motivasi untuk tidak menyerah. Dalam budaya Indonesia, kita sering mengatakan "jangan capit" atau "jangan menyerah" untuk mengingatkan seseorang untuk tidak menyerah pada kesulitan. Dengan demikian, kata "capit" menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita dan membantu kita dalam menghadapi kesulitan dengan keyakinan yang lebih kuat.