Arti Kata "belandung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belandung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belandung

1be·lan·dung a terlalu longgar: bajunya terbuat dr kain mahal, tetapi tidak bagus sebab lengannya --

2be·lan·dung n burung pelatuk; burung belatuk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belandung"

📝 Contoh Penggunaan kata "belandung" dalam Kalimat

1.Pakaian itu terlalu longgar karena bajunya terbuat dari kain mahal tetapi tidak bagus sebab lengannya tidak pas.
2.Penampilannya kurang menarik karena pakaian yang dipakainya terlalu belandung.
3.Ketika membeli pakaian, perlu memperhatikan ukuran agar tidak terlalu longgar atau terlalu ketat.
4.Ia mengenakan pakaian yang belandung, sehingga terkesan tidak elegan saat berhadapan dengan klien.
5.Dalam dunia mode, pakaian yang terlalu belandung tidak lagi diminati karena terkesan tidak nyaman.

📚 Artikel terkait kata "belandung"

Mengenal Kata 'belandung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belandung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "belandung" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi sebenarnya memiliki makna yang kaya dalam konteks historis dan sosial. Dalam bahasa Indonesia, belandung digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terlalu longgar atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, seseorang mengatakan bahwa bajunya terbuat dari kain mahal, tetapi tidak bagus karena lengannya terlalu longgar. Dalam konteks sejarah, belandung memiliki makna yang lebih dalam. Pada masa lalu, istilah ini digunakan untuk menggambarkan pakaian yang tidak sesuai dengan standar kebiasaan masyarakat. Pakaian yang terlalu longgar atau tidak elegan tidak dianggap sebagai pilihan yang baik, dan dapat dianggap sebagai tanda kesombongan atau ketidakpedulian. Belandung bukan hanya berlaku dalam konteks pakaian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan contoh belandung dalam berbagai aspek. Misalnya, seseorang yang memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi tidak menggunakan kemampuan tersebut untuk kebaikan masyarakat dapat dianggap sebagai belandung. Atau, seseorang yang memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi tidak menggunakan kekayaan tersebut untuk membantu orang lain dapat dianggap sebagai belandung. Dalam budaya Indonesia modern, belandung masih memiliki relevansi yang signifikan. Kita dapat melihat contoh belandung dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pakaian, perilaku, maupun dalam keputusan yang diambil. Oleh karena itu, belandung tetap menjadi kata yang penting untuk kita ketahui dan pahami.