Arti Kata "ciriwangi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ciriwangi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ciriwangi

ci·ri·wa·ngi n tanda pengikat yg diberikan kpd pihak wanita pd hari perkawinan atau sehari sebelumnya yg nilainya sepuluh kali tanda pertunangan (di daerah Sunda)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ciriwangi"

📝 Contoh Penggunaan kata "ciriwangi" dalam Kalimat

1.Di tradisi Sunda, ciriwangi adalah simbol kebahagiaan dalam pernikahan.
2.Pernikahan itu dilanjutkan dengan upacara penyerahan ciriwangi kepada istrinya.
3.Sudah beberapa hari, ciriwangi masih terlihat menarik di tangan suaminya.
4.ciriwangi dijadikan lambang keamanan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
5.Para wanita di daerah Sunda masih memahami makna ciriwangi dalam tradisi perkawinan.

📚 Artikel terkait kata "ciriwangi"

Mengenal Kata 'ciriwangi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ciriwangi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ciriwangi" seringkali tidak familiar bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang tidak berasal dari daerah Sunda. Dalam bahasa Indonesia, ciriwangi merupakan tanda pengikat yang diberikan kepada pihak wanita pada hari perkawinan atau sehari sebelumnya, dengan nilai yang sepuluh kali lipat dari tanda pertunangan. Ciriwangi memiliki nilai historis dan sosial yang unik, terutama dalam konteks pernikahan tradisional di daerah Sunda. Pada masa lalu, ciriwangi digunakan sebagai simbol kejayaan dan kebahagiaan bagi pasangan yang menikah. Dengan memberikan ciriwangi kepada wanita, laki-laki menunjukkan komitmen dan penghargaan terhadap pasangannya. Ciriwangi seringkali digunakan dalam kalimat yang menunjukkan komitmen dan penghargaan. Misalnya, "Dia memberikan ciriwangi kepada istrinya sebagai tanda kasih sayang dan penghargaan." atau "Mereka berdua memiliki ciriwangi sebagai simbol kejayaan dan kebahagiaan dalam pernikahan mereka." Penggunaan ciriwangi dalam kalimat ini menunjukkan nilai historis dan sosialnya yang unik. Dalam kehidupan sehari-hari, ciriwangi masih memiliki relevansi yang signifikan. Banyak pasangan yang masih menggunakan ciriwangi sebagai simbol kejayaan dan kebahagiaan dalam pernikahan mereka. Selain itu, ciriwangi juga digunakan sebagai inspirasi dan motivasi bagi mereka yang ingin mencari kasih sayang dan penghargaan dalam hubungan mereka. Dalam kesimpulan, ciriwangi memiliki nilai historis dan sosial yang unik, terutama dalam konteks pernikahan tradisional di daerah Sunda. Dengan memahami makna dan penggunaan ciriwangi, kita dapat memahami nilai kejayaan dan kebahagiaan dalam pernikahan yang sebenarnya.