Arti Kata "dehumanisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dehumanisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dehumanisasi

de·hu·ma·ni·sa·si /déhumanisasi/ n penghilangan harkat manusia

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dehumanisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "dehumanisasi" dalam Kalimat

1.Dalam konteks sosial, dehumanisasi memunculkan konflik antara berbagai kelompok etnis.
2.Penggunaan dehumanisasi sebagai alat propaganda digunakan oleh beberapa pihak untuk memenangkan perang.
3.Dengan demikian, dehumanisasi menjadi ancaman serius bagi perdamaian dunia.
4.Fenomena dehumanisasi terjadi ketika seseorang merendahkan martabat orang lain.
5.Krisis lingkungan telah menyebabkan dehumanisasi terhadap alam dan makhluk hidup di dalamnya.

📚 Artikel terkait kata "dehumanisasi"

Mengenal Kata 'dehumanisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dehumanisasi" - Bahaya Penghilangan Harkat Manusia

Kata "dehumanisasi" sudah lama digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan proses penghilangan harkat manusia. Konsep ini mulai dikembangkan pada abad ke-19 sebagai kritik terhadap praktik kolonialisme dan penindasan yang dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam konteks ini, dehumanisasi merujuk pada proses melepaskan manusia dari hak-hak dasar dan martabatnya sebagai makhluk sosial. Dalam keseharian, dehumanisasi sering terjadi dalam berbagai bentuk. Misalnya, dalam dunia ekonomi, dehumanisasi dapat terjadi melalui praktik eksploitasi pekerja, seperti membayar upah yang sangat rendah atau memaksakan pekerjaan berlebihan. Dalam konteks sosial, dehumanisasi dapat terjadi melalui diskriminasi terhadap kelompok minoritas, seperti etnis minoritas atau kelompok LGBTQ+. Contoh kalimat yang menggunakan kata dehumanisasi adalah: "Pemerintah harus mengambil tindakan untuk menghentikan dehumanisasi terhadap pekerja migran yang di eksploitasi oleh beberapa perusahaan." Dalam budaya Indonesia modern, dehumanisasi masih merupakan isu yang relevan. Misalnya, pada tahun 2019, terjadi kasus penindasan terhadap pekerja pabrik yang melakukan protes untuk meningkatkan upahnya. Kasus ini menunjukkan bahwa dehumanisasi masih terjadi di Indonesia dan harus diatasi dengan segera. Selain itu, dehumanisasi juga dapat terjadi dalam konteks digital, seperti penindasan terhadap pengguna media sosial yang dianggap "tidak sesuai" dengan aturan perusahaan. Dalam kesimpulan, dehumanisasi adalah proses penghilangan harkat manusia yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan konteks. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan mengambil tindakan untuk mencegah dehumanisasi dalam kehidupan sehari-hari.