Arti Kata "delegitimasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "delegitimasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

delegitimasi

de·le·gi·ti·ma·si /délegitimasi/ n ketidakabsahan; pembatalan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "delegitimasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "delegitimasi" dalam Kalimat

1.Pemerintahan baru dianggap memiliki legitimasi yang rendah akibat keputusannya yang tidak adil.
2.Pembatalan pemilukada yang dianggap tidak adil adalah contoh delegitimasi pemerintahan.
3.Penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa tidak berpihak dapat dianggap sebagai delegitimasi.
4.Penulis novel tersebut menggunakan tema delegitimasi pemerintahan dalam ceritanya sebagai kritik sosial.
5.Pembatalan undang-undang yang baru saja diadopsi oleh parlemen dapat dipandang sebagai delegitimasi kekuasaan legislatif.

📚 Artikel terkait kata "delegitimasi"

Mengenal Kata 'delegitimasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "delegitimasi" - Pentingnya Menghindari Pembatalan

Kata "delegitimasi" seringkali digunakan dalam konteks politik dan sosial, tetapi apa sebenarnya makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Dalam arti resmi, delegitimasi memiliki makna sebagai ketidakabsahan atau pembatalan. Konsep ini telah digunakan sejak awal abad ke-20, ketika beberapa negara mulai mengkritik keabsahan pemerintahan lainnya. Dalam konteks ini, delegitimasi berarti menyangkal kebenaran atau keabsahan suatu pemerintahan atau sistem politik. Contoh penggunaan kata "delegitimasi" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Pemerintah tersebut melakukan delegitimasi terhadap opini publik dengan menutup media yang kritis." Atau, "Gerakan delegitimasi terhadap pemerintah telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir." Dalam kedua contoh ini, kata "delegitimasi" digunakan untuk menggambarkan proses pembatalan atau ketidakabsahan suatu pemerintahan atau sistem politik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "delegitimasi" juga memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, delegitimasi seringkali digunakan sebagai strategi politik untuk menyangkal kebenaran atau keabsahan suatu pemerintahan atau sistem politik. Hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan politik dan sosial, serta mengganggu proses demokrasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konsep delegitimasi, serta cara-cara untuk menghindari pembatalan dan ketidakabsahan suatu sistem politik.