Arti Kata "denasionalisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "denasionalisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

denasionalisasi

de·na·si·o·na·li·sa·si /dénasionalisasi/ n Huk penghilangan atau penghapusan kewarganegaraan yg dijatuhkan sbg hukuman

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "denasionalisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "denasionalisasi" dalam Kalimat

1.Pengadilan internasional menghukum pelaku kejahatan dengan denasionalisasi.
2.Hukum denasionalisasi seringkali digunakan untuk memuaskan keinginan politik penguasa.
3.Pengadilan setempat telah menghukum warga negara dengan denasionalisasi karena terlibat dalam kejahatan kemanusiaan.
4.Dinas imigrasi akan melakukan denasionalisasi terhadap warga negara yang menipu untuk mendapatkan paspor.
5.Dinas pendidikan akan mengambil langkah denasionalisasi terhadap guru yang tidak memenuhi kualifikasi akademis.

📚 Artikel terkait kata "denasionalisasi"

Mengenal Kata 'denasionalisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Denasionalisasi" - Penghapusan Kewarganegaraan yang Berisiko

Dalam konteks hukum, denasionalisasi adalah proses penghilangan atau penghapusan kewarganegaraan yang telah diberikan kepada seseorang sebagai hukuman. Istilah ini sering digunakan dalam konteks penindakan terhadap orang-orang yang telah melakukan kejahatan serius, seperti pengkhianatan atau perusakan negara. Dalam sejarah, denasionalisasi telah digunakan sebagai hukuman bagi mereka yang telah melanggar integritas negara atau melawan kepentingan nasional. Dinasionalisasi sebagai hukuman yang keras ini memiliki dampak yang signifikan bagi individu yang dipengaruhi. Mereka yang telah kehilangan kewarganegaraan mereka tidak lagi memiliki hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sah. Mereka juga tidak lagi dapat memenuhi kewajiban militernya dan tidak lagi memiliki akses ke fasilitas-fasilitas sosial yang disediakan oleh pemerintah. Dalam praktiknya, denasionalisasi dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti pengucilan hukum, pengusiran, atau bahkan eksekusi. Dalam beberapa kasus, denasionalisasi juga dapat dilakukan sebagai bagian dari proses perdamaian, seperti dalam kasus penghapusan kewarganegaraan bagi mereka yang telah melibatkan diri dalam kejahatan perang. Contoh Penggunaan Kata "Dinasionalisasi" Dinasionalisasi adalah salah satu hukuman yang paling keras yang dapat diberikan kepada seseorang yang telah melanggar hukum. Dalam kasus pengkhianatan, denasionalisasi dapat dilakukan sebagai hukuman yang langsung, seperti dalam kasus penghapusan kewarganegaraan bagi mereka yang telah melibatkan diri dalam kejahatan perang. Dalam kasus lain, denasionalisasi dapat dilakukan sebagai bagian dari proses perdamaian, seperti dalam kasus penghapusan kewarganegaraan bagi mereka yang telah melibatkan diri dalam kejahatan serius lainnya. Relevansi Dinasionalisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari Dinasionalisasi tidak hanya merupakan hukuman yang keras, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan bagi individu dan masyarakat. Dalam beberapa kasus, denasionalisasi dapat menyebabkan individu kehilangan identitas dan harga dirinya. Dalam kasus lain, denasionalisasi dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan pada sistem hukum dan pemerintah. Dalam konteks budaya Indonesia modern, denasionalisasi masih merupakan hukuman yang sering digunakan sebagai cara untuk menindak individu yang telah melanggar hukum. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, denasionalisasi telah menjadi subyek dari diskusi dan perdebatan yang lebih luas tentang hak asasi manusia dan hukum internasional.