Arti Kata "deoknumisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "deoknumisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

deoknumisasi

de·ok·nu·mi·sa·si /déoknumisasi/ n proses menghilangkan (menghapuskan, mengurangi) peran oknum (orang): yg akan lebih penting adalah proses -- dl kebijakan pemerintah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "deoknumisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "deoknumisasi" dalam Kalimat

1.Berdasarkan kebijakan pemerintah, akan ada proses deoknumisasi yang dilakukan untuk mengurangi peran oknum korupsi.
2.Pemerintah harus melakukan deoknumisasi terhadap oknum yang terlibat dalam kasus korupsi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
3.Dalam rangka meningkatkan transparansi, perlu dilakukan deoknumisasi untuk menghilangkan peran oknum yang berpengaruh di balik layar.
4.Penghapusan deoknumisasi adalah salah satu cara untuk mengurangi peran oknum yang korup di pemerintahan.
5.Dalam konteks politik, deoknumisasi adalah proses menghilangkan peran oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

📚 Artikel terkait kata "deoknumisasi"

Mengenal Kata 'deoknumisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "deoknumisasi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "deoknumisasi" mungkin tidak familiar bagi sebagian orang, tetapi maknanya sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam arti resmi, deoknumisasi adalah proses menghilangkan peran oknum, yaitu orang-orang yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Proses ini dapat dilakukan melalui kebijakan pemerintah, seperti mengurangi otonomi daerah atau menghilangkan jabatan tertentu. Pada awalnya, kata deoknumisasi muncul dalam konteks politik dan administratif. Namun, maknanya telah berkembang dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika seorang publik figur memiliki pengaruh besar dalam masyarakat, namun telah melakukan tindakan yang tidak pantas, maka deoknumisasi oknum tersebut dapat menjadi pilihan untuk memulihkan integritas masyarakat. Contoh penggunaan kata deoknumisasi dalam kalimat yang alami adalah: "Kebijakan deoknumisasi oknum koruptor dalam pemerintahan diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas." Atau, "Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih oknum yang akan dipercayai, karena deoknumisasi oknum yang tidak pantas dapat berdampak besar." Dalam kehidupan sehari-hari, kata deoknumisasi sangat relevan dengan konsep "transparansi" dan "akuntabilitas". Dalam era digital, informasi dapat beredar dengan cepat dan luas, sehingga deoknumisasi oknum yang tidak pantas dapat menjadi prioritas untuk memulihkan integritas masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar dan bertanggung jawab dalam memilih dan menghadapi oknum yang akan mempengaruhi kehidupan kita.