Arti Kata "hipoglikemia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hipoglikemia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hipoglikemia

hi·po·gli·ke·mia /hipoglikémia/ n Dok kandungan glukosa darah yg menurun secara abnormal, dapat menimbulkan gemetar, keringat dingin, sakit kepala disertai dng kebingungan, halusinasi, tindakan aneh, akhirnya kejang-kejang, dan koma

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hipoglikemia"

📝 Contoh Penggunaan kata "hipoglikemia" dalam Kalimat

1.Pasien yang mengalami hipoglikemia harus mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit.
2.Penggunaan insulin yang berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia pada pasien diabetes.
3.Dokter harus melakukan pemeriksaan darah secara teratur untuk mendeteksi gejala hipoglikemia pada pasien.
4.Saat mengendarai mobil, pengemudi harus memantau gejala hipoglikemia pada diri sendiri dan penumpang.
5.Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dapat menyebabkan hipoglikemia pada anak-anak.

📚 Artikel terkait kata "hipoglikemia"

Mengenal Kata 'hipoglikemia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hipoglikemia" - Penyakit Kandungan Glukosa Darah

Kata "hipoglikemia" mungkin tidak asing lagi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit atau kondisi medis tertentu. Namun, apakah Anda benar-benar tahu apa itu hipoglikemia dan bagaimana kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh? Dalam konteks medis, hipoglikemia adalah kondisi di mana kandungan glukosa darah menurun secara abnormal. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti gemetar, keringat dingin, sakit kepala, kebingungan, halusinasi, tindakan aneh, dan bahkan kejang-kejang dan koma. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang yang memiliki diabetes, tetapi juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Contoh penggunaan kata hipoglikemia dalam kalimat yang alami adalah: "Pasien memiliki gejala hipoglikemia setelah mengonsumsi obat insulin terlalu banyak." Atau, "Kondisi hipoglikemia dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat." Dengan memahami kata hipoglikemia dan gejalanya, kita dapat lebih siap dalam menghadapi kondisi ini dan memberikan pertolongan yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, hipoglikemia dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejalanya dan tahu cara mengatasi kondisi ini. Dalam budaya Indonesia modern, hipoglikemia sering kali dianggap sebagai kondisi yang tidak umum, tetapi dengan pengetahuan yang lebih luas, kita dapat lebih siap dalam menghadapinya.