Arti Kata "desorientasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "desorientasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

desorientasi

des·o·ri·en·ta·si /désoriéntasi/ n Dok kehilangan daya mengenal lingkungan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "desorientasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "desorientasi" dalam Kalimat

1.Dokter mencatat gejala desorientasi yang berat pada pasien stroke itu.
2.desorientasi menyebabkan pengembara terlambat kembali ke kampung halaman mereka.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama mengalami desorientasi akibat kehilangan ingatan masa lalu.
4.Pada kasus hukum, saksi memberikan keterangan mengenai desorientasi korban kecelakaan.
5.Siswa sekolah mengalami desorientasi saat harus berpindah sekolah karena perubahan kurikulum.

📚 Artikel terkait kata "desorientasi"

Mengenal Kata 'desorientasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Desorientasi" - Inspirasi dan Motivasi

Desorientasi adalah kondisi mental yang dialami oleh seseorang ketika mereka kehilangan daya mengenal lingkungan sekitar. Konsep ini sudah ada sejak lama, tetapi semakin banyak digunakan dalam konteks psikologi dan kesehatan mental. Dalam bahasa Indonesia, kata desorientasi berasal dari kata bahasa Belanda "desorientatie", yang berarti kehilangan arah atau kemampuan mengenal lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, kata desorientasi mulai digunakan secara luas dalam berbagai konteks. Misalnya, sebuah artikel di koran tentang kondisi mental seseorang yang mengalami desorientasi akibat kecelakaan lalu lintas. "Setelah kecelakaan, dia mengalami desorientasi yang parah dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit." Kata desorientasi juga sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Saya merasa desorientasi ketika harus berpindah ke kota baru untuk bekerja." Atau, "Setelah mengalami perubahan besar dalam hidup, saya merasa desorientasi dan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri." Dalam budaya Indonesia modern, desorientasi seringkali terkait dengan perubahan sosial dan ekonomi yang cepat. Banyak orang yang mengalami desorientasi akibat perubahan politik, ekonomi, atau budaya yang terjadi di sekitar mereka. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan menghadapi dan menavigasi desorientasi dalam kehidupan sehari-hari.