Arti Kata "tengkurap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tengkurap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tengkurap

teng·ku·rap v telungkup: perempuan itu pun -- sewaktu serdadu kompeni datang mendekatinya;
me·neng·ku·rap v merebahkan diri dng muka menghadap ke bawah; menelungkup: ia menangis sambil ~;
me·neng·ku·rap·kan v menyebabkan (menjadikan) tengkurap; menelungkupkan: ibu itu ~ bayinya agar belajar merangkak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tengkurap"

📝 Contoh Penggunaan kata "tengkurap" dalam Kalimat

1.Perempuan itu pun tengkurap sewaktu serdadu kompeni datang mendekatinya.
2.Mereka harus belajar untuk tengkurap saat melakukan yoga.
3.Ayah mengajari anaknya untuk tengkurap dan bergerak ke depan.
4.Ibu itu menengkurapkan bayinya agar belajar merangkak dengan cepat.
5.tengkurap di atas matras yoga adalah posisi yang sangat sulit bagi pemula.

📚 Artikel terkait kata "tengkurap"

Mengenal Kata 'tengkurap' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Penggunaan Kata "Tengkurap" dalam Bahasa Indonesia

Kata "tengkurap" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada posisi tubuh yang telungkup, dengan muka menghadap ke bawah. Konteks historis dan sosial kata ini dapat dilihat dalam zaman kolonial Belanda, ketika perempuan Jawa diharuskan mengikuti adat kebiasaan yang melarang mereka melihat matahari pagi tanpa menyentuh tanah terlebih dahulu dengan posisi tengkurap. Tengkurap bukan hanya merupakan posisi fisik, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami: - "Perempuan itu pun tengkurap sewaktu serdadu kompeni datang mendekatinya." - "Ia menangis sambil tengkurap di lantai." - "Ibu itu tengkurapkan bayinya agar belajar merangkak." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tengkurap" memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks budaya Jawa. Dalam beberapa tradisi Jawa, posisi tengkurap dianggap sebagai simbol kesetiaan dan kerendahan hati. Namun, dalam konteks modern, kata ini lebih sering digunakan dalam konteks yang lebih umum, seperti dalam kalimat-kalimat yang menggambarkan posisi tubuh yang telungkup.