Arti Kata "diberi sejari hendak setelempap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diberi sejari hendak setelempap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diberi sejari hendak setelempap

diberi sejari hendak se.te.lem.pap Peribahasa orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diberi sejari hendak setelempap"

📝 Contoh Penggunaan kata "diberi sejari hendak setelempap" dalam Kalimat

1.Pemda setempat menerima dana untuk proyek pembangunan jalan, tetapi ingin diberi sejari hendak setelempap untuk membiayai proyek lain.
2.Warga desa sangat senang ketika pemerintah desa memberikan bantuan dana, tapi mereka langsung menginginkan diberi sejari hendak setelempap lagi untuk membeli peralatan.
3.Di acara konferensi pers, mantan gubernur mengatakan bahwa pemerintah pusat tidak dapat memberikan dana yang cukup, karena diberi sejari hendak setelempap oleh DPR.
4.Seorang pengusaha berpikir bahwa dia hanya perlu diberi sejari hendak setelempap dari investor untuk membiayai bisnis baru, tetapi investor tidak mau melakukannya.
5.Pada saat itu, pemerintah daerah yang baru saja terpilih mengajukan proposal untuk proyek besar, tetapi para anggota DPR menolak karena diberi sejari hendak setelempap.

📚 Artikel terkait kata "diberi sejari hendak setelempap"

Mengenal Kata 'diberi sejari hendak setelempap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "diberi sejari hendak setelempap" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "diberi sejari hendak setelempap" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Dalam arti resmi, peribahasa ini memiliki makna bahwa orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sifat manusia yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu ingin mendapatkan lebih. Peribahasa ini memiliki sejarah yang panjang dan telah digunakan dalam berbagai konteks sosial dan budaya. Dalam masa lalu, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan sifat kaum borjuis yang memiliki keinginan untuk menikmati kehidupan yang lebih mewah dan kaya. Namun, dalam era modern ini, peribahasa ini masih relevan dan dapat digunakan untuk menggambarkan sifat manusia yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki. **Contoh Penggunaan Kata "diberi sejari hendak setelempap"** Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "diberi sejari hendak setelempap" dapat digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang mendapatkan hadiah yang tidak terlalu besar, mereka mungkin akan mengatakan, "Saya diberi sejari hendak setelempap, tapi saya ingin lebih besar." Atau, ketika seseorang mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu baik, mereka mungkin akan mengatakan, "Saya diberi sejari hendak setelempap, tapi saya ingin pekerjaan yang lebih baik." **Relevansi Kata "diberi sejari hendak setelempap" dalam Kehidupan Sehari-Hari** Peribahasa "diberi sejari hendak setelempap" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam era modern ini, manusia masih memiliki keinginan untuk memiliki lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan sifat manusia yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu ingin mendapatkan lebih.