Arti Kata "digresi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "digresi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

digresi

dig·re·si /digrési/ n Sas 1 peristiwa yg menyimpang dr pokok masalah yg sedang dihadapi dl karya sastra; 2 bagian yg tidak langsung bertalian dng tema dan alur karya sastra

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "digresi"

📝 Contoh Penggunaan kata "digresi" dalam Kalimat

1.Pengajar mengatakan bahwa bagian puisi tersebut merupakan digresi yang tidak terkait dengan tema utama.
2.Dalam cerita, tokoh protagonis mengalami digresi yang membuatnya lupa dengan misinya.
3.Pada akhirnya, saya menyadari bahwa pernyataan saya merupakan digresi dari topik pembicaraan.
4.Seorang penulis menggunakan digresi untuk menunjukkan perasaan tokoh dalam cerita.
5.Dalam proses pembelajaran, digresi sering terjadi karena kurangnya konsentrasi siswa.

📚 Artikel terkait kata "digresi"

Mengenal Kata 'digresi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Digresi" - Wujud Kreativitas dalam Karya Sastra

Kata "digresi" sering kali digunakan dalam konteks karya sastra, terutama dalam teori dan analisis sastra. Namun, apa sebenarnya makna digresi dalam karya sastra? Digresi berasal dari bahasa Latin "digressio", yang berarti "pergi ke tempat lain". Dalam arti resmi, digresi diartikan sebagai peristiwa yang menyimpang dari pokok masalah yang sedang dihadapi dalam karya sastra. Digresi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti perubahan tema, perubahan alur, atau bahkan perubahan gaya bahasa.

Beberapa Contoh Digresi dalam Karya Sastra

Digresi sering kali digunakan oleh para penulis untuk menambahkan nuansa dan kedalaman pada karya sastra. Berikut adalah beberapa contoh digresi dalam kalimat yang alami: - Dalam novel "Don Quixote" karya Miguel de Cervantes, ada digresi yang menunjukkan kehidupan sehari-hari di kota yang menjadi latar belakang peristiwa utama. - Dalam puisi "The Raven" karya Edgar Allan Poe, terdapat digresi yang menggunakan gambaran alam untuk menggambarkan suasana hati dan pikiran tokoh utama. - Dalam cerita pendek "The Yellow Wallpaper" karya Charlotte Perkins Gilman, ada digresi yang menunjukkan perubahan mental dan emosi tokoh utama melalui gambaran lingkungan sekitarnya.

Relevansi Digresi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "digresi" juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali melakukan digresi dalam bentuk perubahan topik atau perubahan gaya bahasa. Contohnya, ketika sedang berbicara tentang cuaca, kita mungkin akan melakukan digresi dengan membicarakan tentang cuaca di masa lalu atau cuaca di tempat lain. Selain itu, digresi juga dapat digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam seni lukis, misalnya, digresi dapat digunakan untuk menambahkan nuansa dan kedalaman pada karya seni. Contohnya, dalam lukisan "The Conversation" karya Raden Saleh, terdapat digresi yang menunjukkan kehidupan sehari-hari di Eropa pada masa itu. Dalam kesimpulan, kata "digresi" adalah suatu konsep yang sangat penting dalam karya sastra dan kehidupan sehari-hari. Melalui digresi, kita dapat menambahkan nuansa dan kedalaman pada karya sastra, serta menunjukkan kehidupan sehari-hari dengan lebih akurat dan mendalam.